BATAS.ID~SHENZHEN, Tiongkok– Selama hampir dua abad, DTU, Technical University of Denmark, telah berupaya mewujudkan visi H.C. Orste – “Bapak elektromagnetisme” – yang mendirikan universitas ini pada 1829. Ia ingin mengembangkan dan mewujudkan nilai dengan ilmu pengetahuan alam dan teknik demi kemaslahatan masyarakat. Kini, DTU meraih peringkat universitas teknik terkemuka di Eropa.

Komputer Berkinerja Tinggi Meningkatkan Riset Teknik Material

DTU mempromosikan bidang penelitian yang menjanjikan dalam ilmu teknik dan pengetahuan alam, khususnya berdasarkan kegunaannya bagi masyarakat, keterkaitannya dengan dunia bisnis dan keberlanjutan lingkungan. DTU berfokus ilmu dasar dengan prospek tantangan yang jelas dan penggunaan yang nyata, dari kajian bahan berskala atom hingga fisika kuantum serta energi terbarukan. Seiring dengan kondisi penggunaan material yang kian rumit, penelitian laboratorium untuk analisis kinerja material telah menjadi sangat menantang.

Baca Juga  MediaTek Kembangkan Platform Hiburan di Rumah guna Mendukung Perangkat Smart Home dengan Kecerdasan Buatan

DTU ingin memahami karakter material dengan mengembangkan teori struktural elektron, dan merancang nanostructures fungsional yang baru lewat data-data terbaru. Sejumlah kajian tersebut memerlukan kajian struktur, kekuatan dan karakteristik material baru, melibatkan komputasi yang intensif, menggunakan angka-angka kompleks dan tes simulasi terhadap material dan energi. Hal ini akan menghasilkan data komputasi yang berjumlah banyak. Untuk itu, High-Performance Computing (HPC) dapat mempercepat pembuatan model kinerja material dan menyelesaikan masalah yang sangat penting dalam bidang tersebut.

Demi mempercepat proses dari penemuan hingga penerapan material baru dan mengelola daya saing riset, DTU berencana memperluas dan memperbarui gugus superkomputer (supercomputing research), Niflheim, yang dipakai di Computational Atomic-scale Materials Design (CAMD) Center.

Baca Juga  Mengenal Crowde, Platform untuk Permodalan Petani

Menggabungkan Dua Produk Terbaik: Huawei X6800 High-Density Server dan Intel OPA Network

Gugus superkomputer Niflheim yang sekarang ada di DTU dibangun dari 2009 hingga 2015, dan hanya mampu melakukan peak computing 73 TFLOPS. Gugus ini dilengkapi dengan generasi sebelumnya dan bahkan peranti keras komputer yang lama. Sejumlah produk lama memiliki kinerja prosesor yang terbatas, kapasitas memori yang kecil, dengan low-bandwidth namun dengan jaringan komputasi berlatensi tinggi. Gugus superkomputer yang lama tidak mampu memenuhi bertambahnya kebutuhan akan tes simulasi yang banyak memakai komputer. Hasilnya, gugus ini menemui hambatan sejak CAMD menuntut peningkatan efisiensi riset.

DTU berniat menggunakan sistem superkomputer terbaru agar gugus Nifhleim meningkatkan sumber daya dan kinerja komputasi. Sementara itu, DTU juga ingin mempersiapkan gugus untuk masa depan evolusi teknologi dan perluasan fasilitas berskala gugus. DTU secara cermat mengkaji beragam solusi dalam hal kinerja secara keseluruhan, mutu produk dan layanan. Lewat proses pengadaan barang Uni Eropa, DTU memilih Huawei dan Intel sebagai vendor yang membantu universitas dalam membangun gugus komputer generasi terbaru dengan berbagai teknologi inovatif dan produk komputer.

Baca Juga  Mitra Wacana Sosialisasikan Perbub No.4 Tahun 2016 di Kulon Progo

 

 

 

 

NRP|PRN