BATAS.ID~Solo-  Bulan November ternyata tidak hanya akan mengalami musim hujan saja, akan tetapi juga musim hujan meteor. Akan ada 3 hujan meteor yang akan terjadi di bulan ini, di mana puncaknya akan terjadi pada 12, 17, dan 22 November 2019.

Hujan meteor yang pertama adalah dari Taurid Utara yang akan tampak datang dari rasi Taurus, di mana puncaknya akan terjadi pada 12 November  2019 mendatang. Hujan meteor Taurid Utara ini berlangsung sejak 20 Oktober dan berakhir pada 10 Desember, yang mana pada puncaknya aka nada 5 meteor yang melesat setiap jam-nya dan memiliki perkiraan kecepatan sekitar 29 kilometer per jam. Seperti yang dilansir Tempo.com.

Menurut komunitas astronomi Langit Selatan Bandung, seperti yang dikutip oleh Tempo.com dari laman komunitas tersebut, rasi Taurus terbit setelah matahari terbenam dan bisa diamati hingga fajar datang.

“Posisi rasinya di arah timu mata angin,” Kata Avivah Yamani yang merupakan penggiat komunitas astrononi itu, Jumat, 8 November 2019. Di mana ia juga mengatakan bahwa bulan purnama akan menjadi faktor utama polusi cahaya yang dapat menganggu pengamatan. Seperti yang dilansir dari Tempo.com

Selanjutnya pada 17 hingga 18 November 2019 adalah puncak dari hujan meteor Leonid, di mana hujan meteor dari rasi Leo ini berlangsung dari 6-30 November. “Pengamat yang berburu Leonid bisa melihat 15 meteor per jam,” Kata Avivah, seperti yang dikutip dari laman Tempo.com

Meteor Leonid ini berasal dari sisa debu komet Temple-Tuttle, di mana pengamat baru bisa melihatnya setelah rasi Leo terbit sekitar tengah malam pada pukul 00.19 WIB di arah timur.

Sementara puncak hujan meteor alpha Monocerotids akan terjadi pada 22 November pukul 23:00 WIB. Berlangsung sejak 15 – 25 November hujan meteor itu muncul dari rasi Canis Minor di arah timur.

Sedangkan pada 22 November 2019 merupakan puncak hujan meteor Alpha Monocerotids, di mana akan terjadi pada pukul 23.00 WIB. Hujan meteor ini berlangsung sejak 15 – 25 November 2018 dan akan muncul dari rasi Casis Minor di arah timur.

itu berasal dari puing-puing komet C/1917 F1 (Mellish). Waktu terbaik untuk mengamati puncak hujan meteor α-Monocerotid pada pukul 04:00 WIB saat titik arah datang meteor berada pada titik tertinggi di langit.

Meteor ini sendiri berasal dari pecahan atau puing-puing komet C/1917 F1 (Mellish), di mana waktu terbaik untuk bisa mengamati puncak hujan meteor α-Monocerotid ini adalah pukul 04.00 WIB ketika titik arah datang meteor berada pada titik tertinggi di langit, seperti yang dilansir dari Tempo.com

Dina Meidiana – BATAS.ID