Agus W.
  • Kasus pemblokiran 11 DNS Telegram oleh Kemkominfo belum lama ini harus menjadi pelajaran bagi para regulator dan pelaku bisnis.
  • iCIO Community siap menjadi mitra bisnis bagi pelaku bisnis teknologi internasional jika ingin melirik pasar Indonesia.

 

Merespons pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) Telegram yang ditengarai dimanfaatkan untuk menyebarkan ajaran terorisme, komunitas Chief Information Officer Indonesia (iCIO) berharap agar pemerintah dan Telegram “duduk bersama” mencari jalan keluar terbaik.

 

Menurut Koordinator Divisi Advokasi iCIO Community Dino Bramanto, iCIO Community pembahasan kedua belah pihak diperlukan untuk menemukan win-win solution sesuai aturan yang berlaku di Indonesia. Bukan saja untuk memenuhi kepentingan bisnis Telegram dan para pengguna, tapi juga menjaga reputasi serta kepastian hukum pelaku bisnis di Tanah Air.

Baca Juga  Penjelasan Spire Research Tentang Riset “Fraud” Go-Jek dan Grab

Harus diakui kehadiran internet memang menjadi tantangan baru bagi pemerintahan di berbagai negara karena pelaku bisnis bisa menghadirkan layanan tanpa harus hadir secara fisik di wilayah atau negara tertentu.

 

 

“Kita harus memberi apresiasi atas ketegasan dan transparansi Kominfo serta keinginan Telegram untuk memenuhi peraturan dan regulasi yang berlaku. Komunikasi yang baik antara pemerintah selaku regulator serta pelaku industri teknologi informasi dan komunikasi memang harus ditingkatkan untuk meminimalisasi berbagai efek negatif dari perkembangan teknologi dan kasus seperti Telegram ini tidak terulang lagi,” tambah Jean Reksodipuro yang juga Koordinator Advokasi iCIO Community.

 

“Kerja sama yang baik antara regulator dan pelaku bisnis menjadi faktor utama agar manfaat ekonomi digital dapat dinikmati secara berkelanjutan.”

—AGUS WICAKSONO, CHAIRMAN iCIO COMMUNITY

 

Baca Juga  Menanam Harapan di Utara Jakarta

Untuk itu, iCIO Community siap menjadi mitra diskusi para pelaku bisnis internasional. Apalagi, seperti kata Chairman iCIO Community Agus Wicaksono, ekonomi digital saat ini telah terbukti menjadi penggerak pertumbuhan perekonomian Indonesia. “Kerja sama yang baik antara regulator dan pelaku bisnis menjadi faktor utama agar manfaat ekonomi digital dapat dinikmati secara berkelanjutan,” ujarnya saat acara Halal Bi Halal iCommunity di Jakarta, Jumat (21/7).

Sampai saat ini iCIO Community memiliki lebih dari 200 anggota yang merupakan para eksekutif di bidang teknologi informasi dan komunikasi dari berbagai perusahaan dengan latar belakang industri yang berbeda-beda. Itu sebabnya, pengalaman dan pengetahuan kolektif para CIO dapat menjadi sumber referensi yang bermanfaat bagi semua pihak di industri bisnis teknologi.

BATAS.ID|Intan Wulandari|TechnoBusiness ID | Foto-Foto: iCIO Community