Indonesia jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Industri Otomatisasi

Indonesia termasuk negara berkembang yang turut mendorong pertumbuhan industri otomatisasi global.

New York, TechnoBusiness ● Industri otomatisasi kian nyata. Karena itu, pasar Human Machine Interface, yaitu sistem yang menghubungkan manusia dan mesin, tumbuh pesat.

Berdasarkan analisis Transparency Market Research, periset pasar global yang berbasis di India, yang dipublikasikan di New York, Amerika Serikat, Jumat (15/3), pendapatan yang terkumpul dari bisnis Human Machine Interface pada 2015 sekitar US$3,9 miliar.

Baca Juga: Mengapa Para Petinggi NATO Pilih Teknologi BlackBerry?

Jika sesuai dengan perkiraan bergerak naik rata-rata 12,5% pertahun, maka pendapatan dari bisnis tersebut akan bernilai US$11 miliar pada 2024.

Baca Juga  Sebelum Berbelanja, 86,2% Konsumen Cek Harga Secara Online

Pada 2015, segmen perangkat keras pasar Human Machine Interface masih mendominasi dengan porsi 57%. Segmen tersebut diprediksi masih akan tetap mendominasi dalam periode perkiraan.

Asia Pasifik merupakan pasar terbesar dengan menyumbangkan 24% pendapatan di seluruh dunia. Dominasi itu didorong oleh tumbuhnya laju industrialisasi di negara-negara berkembang seperti India, China, dan Indonesia.

Baca Juga: Akhirnya Boeing Setuju Pembekuan Sementara 737 Max

Pertumbuhan pasar otomatisasi dan Human Machine Interface tentu saja diikuti dengan semakin sengitnya persaingan antarvendor. Yang, sampai pada 2015, menurut Transparency Market Research, masih dikuasai oleh Schneider Electric SE (Prancis).

Selain Schneider, Eaton Corporation Plc (Irlandia), ABB Ltd. (Swiss), Rockwell Automation Inc. (Amerika Serikat), dan Siemens AG (Jerman) juga mendapatkan pangsa pasar cukup besar. Vendor-vendor tersebut memegang kendali 45% pangsa pasar.

Baca Juga  Apple Kuasai 51% Pendapatan Vendor Ponsel Pintar Global

—David T. William, TechnoBusiness ● Foto: Bosch Media Service

 

Artikel Asli