batas.id ~ Tangerang ~ Ini pelajaran sekaligus peringatan bagi siapapun yang suka menyebarkan foto dan video kecelakaan baik melalui media sosial publik maupun pribadi.

Seringnya orang dengan gampang menyebar foto dan video kecelakaan tanpa disensor terlebih dahulu mengakibatkan trauma yang mendalam bagi pihak keluarga korban.

Seperti yang terjadi pada Senin, (16/10/17) di pertigaan Telesonik, Jatake, Tangerang. Seorang karyawati  PT Mayora yang sedang dalam perjalanan  pulang  kerja mengalami kecelakaan fatal di Jalan raya. Tubuhnya terseret dan terlindas truck Trailer ketika Jatuh hendak menyalip menggunakan sepeda motor dari sebelah kiri. Diduga Karena jalanan licin, motor yang dikendarainya mengalami selip ban yang mengakibatkan oleng kemudian terjatuh dibawah kolong Truck Trailer.

Baca Juga  Jelang Aksi Bela Islam jilid III peserta dari Tangerang menginap di Masjid besar Al Adzom

Belakangan Korban tersebut diketahui bernama Sinta rahayu, Seorang Karyawati PT. Mayora Group dan sedang melakukan perjalanan pulang dari bekerja sift 1.

Menurut data profile di akun Faceboknya, Sinta berasal dari Bekasi.

Dan yang paling mengejutkan dari temuan statusnya pada  akun facebook atas nama Shinta Putri Rahayu , dia pernah berpesan kepada para penyebar Foto / Video korban kecelakaan.

Dia menuliskan pesannya pada akun facebooknya  pada 16 september 2017 tepat sebulan sebelum dirinya meningal dengan kecelakaan lalu lintas.

“Menurut gue sih, kalau ada yang kecelakaan, kalau udah diposting diinternet,  nggak usah dishare ulang lagi. Kalau niatnya mau mendoakan beliau yang sudah meninggal, ngak usah kaya gitu caranya. #Coba tolong dikondisikan”.

Baca Juga  Pelaku teror survei lokasi sebelum pasang atribut ISIS
Pesan Sinta bagi para penyebar foto atau Video korban kecelakaan. / screenshot facebook Shinta Putri Rahayu.

Entahlah, apakah  ini sebagai firasat bagi sinta sendiri ketika dirinya menuliskan difacebook ? tetapi apapun itu , hal ini merupakan pelajaran berharga bagi para penyebar foto dan video korban kecelakaan untuk tidak dengan gampang membagikannya di media sosial.

Pada kasus lain, Satu trauma hebat yang pernah terjadi adalah pengakuan di youtube dari salah satu keluarga korban kecelakaan. Bahwa ayahnya meninggal terlindas truck molen. Video kejadian tersebut sudah terlanjur menyebar keberbagai media, terutama youtube.

Dia meminta agar video kecelakaan ayahnya dihapus, karena adiknya selalu menangis serta berteriak teriak seperti orang gila ketika melihat video itu. Tidak hanya itu saja, ketika ada foto dan video selain kecelakaan ayahnya , adik perempuannya  akan kembali berteriak serta memanggil ayahnya yang telah meninggal.

Baca Juga  Rumah Warga Roboh Akibat Angin Kencang

ESW