• Sebanyak 42% UKM global menyatakan belajar dari UKM lainnya merupakan cara untuk menguasai lingkungan mobile.
  • Di Indonesia, 34% mengutarakan hal serupa, di samping mengikuti pelatihan online dan membaca media massa.

 

BATAS.ID~JAKARTA – Dalam laporan hasil survei Future of Business hasil kolaborasi Facebook, OECD, dan Bank Dunia terbaru menyebutkan bahwa 34% usaha kecil menengah (UKM) memberi tahu bahwa melakukan pembelajaran dengan UKM lainnya merupakan salah satu cara utama mereka untuk menemukan informasi dan edukasi dalam menguasi lingkungan mobile baru.

Setelah itu, mereka mengikuti pelatihan secara online (39%), mencari informasi di media massa (39%, bertanya kepada teman atau keluarga (52%), membaca blog atau forum online (60%), dan melakukan pencarian online (71%). Dengan begitu, UKM-UKM tersebut menyatakan kini menjadi lebih percaya diri.

UKM dan Pembelajaran Bersama

o   DATA BARU: 42% UKM memberitahu kami bahwa melakukan pembelajaran dari UKM lainnya merupakan salah satu cara utama bagi mereka untuk menemukan informasi dan edukasi untuk menguasai lingkungan mobile yang baru, dan hal yang kedua adalah melakukan pencarian secara online (64%).

o   DATA BARU: Ketika bisnis saling terhubung dan belajar dari satu sama lain, mereka akan menjadi lebih percaya diri.

Statistik secara global mengenai lapangan pekerjaan, kepercayaan diri, dan perdagangan internasional

o   DATA BARU: 41% UKM menyatakan bahwa mereka ingin menambah lapangan pekerjaan dalam 6 bulan ke depan.

o   DATA BARU: 61% UKM percaya diri dengan masa depan bisnis mereka.

o  DATA BARU:47% UKM yang terhubung dengan perdagangan internasional ingin menambah lapangan pekerjaan dalam 6 bulan ke depan.

Studi Kasus Global

    • Brasil

      Di Brasil, Ana Fontes menciptakan Rede Mulher Empreendedora, sebuah jaringan yang mempromosikan kelas lokakarya dan kewirausahaan bagi wanita di seluruh negeri, dan telah melatih serta menghubungkan lebih dari 300.000 wanita.

      01

    • 02

      Jerman

      Di Jerman, Jutta Zeisset mengambil alih pertanian keluarganya dan kafe di daerah terpencil terdekat , dan mengembangkannya dimulai dari dua menjadi 30 karyawan – tahun lalu ia mempekerjakan 10 orang melalui Facebook. Untuk membantu rekan-rekan pemilik usaha kecilnya, ia menjalankan lokakarya untuk pemilik peternakan perempuan di media sosial dan pemasaran online di seluruh Jerman, serta telah membentuk kelompok dengan lebih dari 400 anggota sehingga mereka bisa berbagi praktik terbaik tentang bagaimana menjadi sukses dengan media sosial di daerah pedesaan.

    • Omar Taha

      Omar Taha, pendiri Start Up Muslim, sebuah platform global yang menghubungkan para startup Muslim di seluruh dunia, telah menciptakan sebuah grup Facebook yang memiliki lebih dari 16.000 orang. Start Up Muslim memberikan bimbingan serta pengetahuan, dan telah menciptakan jaringan untuk membantu para startup pemula Muslim dalam meningkatkan bisnis mereka.

      03

    • 04

      India

      Di India, Praneet Sahai, salah satu pendiri PosterGuy, percaya bahwa pemasaran digital membantu kesuksesan bisnis ini. Praneet dan rekan-rekannya menemukan nilai di masyarakat dan belajar mengembangkan bisnis mereka dari mentor dan pakar di grup bisnis online. Pemilik bisnis kemudian berbagi pelajaran dengan UKM lainnya di masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap sumber daya digital.

    • Muskogee, Oklahoma

      Di Muskogee, Okla., Victor Lezama melakukan transisi dari veteran militer menjadi pemilik bisnis kecil. Kini, bengkel reparasi teknologi PC Landing Zone telah berkembang ke lokasi kedua, dan Lezama memiliki kebijakan open-door (open-door policy) untuk usaha kecil atau pengusaha lain di masyarakat untuk mendapatkan saran mengenai teknologi, keterampilan pemasaran digital, atau mengembangkan operasi mereka sendiri.

      05

    • 06

      New Jersey

      Di New Jersey, Ali Maffucci membangun brand kuliner Inspiralized dengan belajar dan berbagi dengan pengusaha lain – mengasah keterampilan dalam segala hal dimulai dari optimalisasi mesin pencari hingga praktik terbaik untuk menggunakan media sosial sebagai bisnis. Maffucci menemukan bahwa interaksi dengan pengusaha lain membantunya menjadi inspiratif dan teredukasi. Menghubungkan dengan jaringan juga membantunya dengan cepat menjawab pertanyaan-pertanyaan taktis yang bisa dilakukan berjam-jam dengan penelitian secara sendiri.

Studi Kasus Indonesia

    • 34%

      34% UKM memberitahu kami bahwa melakukan pembelajaran dengan UKM lainnya merupakan salah satu cara utama mereka dalam menemukan informasi dan edukasi untuk menguasai lingkungan mobile baru, kemudian pelatihan secara online (39%), media (39%), teman atau keluarga (52 %), blog atau forum online (60%), dan pencarian online (71%). Berbagai bisnis ini kini menjadi lebih percaya diri.

      01

    • 02

      Optimisme

      Pentingnya keterhubungan. Ketika bisnis saling terhubung dan belajar dari satu sama lain mereka akan menjadi lebih percaya diri. Lebih dari sepertiga (38%) bisnis yang percaya diri tentang ekonomi yaitu dengan belajar dari bisnis lain, sedangkan lebih dari dua pertiga (73%) dari bisnis yang tidak percaya diri dengan ekonomi, tidak mempelajarinya.

    • Perdagangan internasional

      Komunitas yang mendukung bisa membantu skala bisnis secara geografis. Bisnis yang melakukan perdagangan internasional belajar dari lebih banyak sumber dan memiliki jumlah minat rata-rata pendidikan terkait dengan bisnis yang lebih tinggi. Mereka juga dua kali lebih mungkin untuk mengutip minat pendidikan dalam informasi yang lebih baik mengenai perdagangan internasional.

      03

    • 04

      Lapangan pekerjaan

      Hampir setengah (masing-masing 45% dan 38%) bisnis yang telah menambah lapangan pekerjaan dalam enam bulan terakhir atau berencana dalam enam bulan kedepan untuk belajar dari bisnis lain. Sebaliknya, di antara bisnis yang telah menurunkan jumlah lapangan pekerjaan dalam 6 bulan terakhir atau berencana melakukannya dalam 6 bulan ke depan belajar dari bisnis lain itu kurang menonjol (masing-masing 29% dan 37%).

 NRP-BATAS.ID, Technobusiness