Inilah Tantangan Terbesar Pebisnis Era IoT

● Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak bisa dipisahkan dengan proses bisnis pada era IoT ini.

● “Para pemimpin bisnis dan teknologi informasi harus berhenti melihat AI sebagai sesuatu yang terpisah.”

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Era Internet of Things (IoT) seperti sekarang
ini tentu membawa berkah bagi banyak orang. Hampir semua perangkat yang
terkoneksi dengan internet membuat proses sosial dan bisnis menjadi jauh lebih
efisien dan efektif.

“Tidak ada yang meragukan bahwa dalam satu dekade ke depan, Artificial Intelligence [AI] akan mengubah kehidupan serta cara orang bekerja dan melakukan bisnis,” kata Managing Director Dell EMC Catherine Lian di Jakarta, Rabu (5/9).

Baca Juga  Lewat Ranah Digital, Bisnis Lokal Mesti Mendunia

Baca Juga: Membaca Arah Realme, “Second Brand” Oppo

Oleh karena itu, teknologi AI
atau kecerdasan buatan tidak bisa dipisahkan lagi. Makanya, “Para pemimpin
bisnis dan teknologi informasi harus berhenti melihat AI sebagai sesuatu yang
terpisah karena fungsinya akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari mayoritas
proses bisnis,” lanjut Catherine.

Penggunaan sistem yang mampu
belajar sendiri tanpa harus diprogram oleh manusia secara berulang kali (Machine Learning) dan algoritma metadata
yang sanggup mengolah data menggunakan sejumlah lapisan tersembunyi (Deep Learning), yang keduanya menjadi
bagian dari teknologi AI, merupakan evolusi perjalanan transformasi digital perusahaan
berikutnya.

Baca Juga: Fintopia pun Terpikat Pasar Indonesia

Baca Juga  Inilah 10 CEO Top di Amerika Versi Glassdoor

Potensi penggunaan AI di era
IoT yang demikian besar itulah yang mendorong perusahaan-perusahaan teknologi,
termasuk Dell, masuk ke bisnis AI. Catherine mengatakan Dell EMC ingin menjadi
pemimpin industri dengan menyediakan solusi AI tercanggih dan sepenuhnya
terintegrasi yang siap menguntungkan perusahaan-perusahaan dalam skala apa pun.

Namun demikian, era IoT
bukan tak memiliki tantangan. Menurut Christian Atmadjaja, Direktur Virtus
Technology Indonesia
, dalam konferensi Virtus Showcase 2018 di Hotel
Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9), tantangan terbesar era ini adalah
bagaimana perusahaan mengelola dan memproses data secara benar.

Baca Juga: Hadapi Kecerdasan Buatan, CEO Harus Beradaptasi!

Sebab, “Seiring menjamurnya
perangkat pintar dan semakin intensifnya penggunaan IoT oleh bisnis dan
pemerintah, jumlah data yang akan diproses juga akan melonjak,” ungkap
Christian. “Kehadiran AI dan machine
learning
akan membantu IoT mendapatkan hasil dan analisis data yang tepat
dibanding perhitungan manusia.”

Baca Juga  Bali Terdepak dari 10 Besar Tujuan Wisata Asia Saat Imlek

Interaksi perangkat dengan
manusia dan lingkungan sekitar juga akan dilakukan secara lebih cerdas. Untuk itu,
para pebisnis mesti mengolaborasikan antara IoT dan AI hingga menjadi
keuntungan sesuai tujuan perusahaan. Tantangan itu, kata Christian, sudah ada dan
nyata.●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: CTI Group  

Artikel Asli