Batas.id~ BALI – Diantara bulan Juli, Agustus dan September, sudah tidak asing lagi bilamana  di jalan -jalan arah menuju Pantai di Bali  banyak kendaraan bak terbuka membawa layang layang.  Disaat bulan inilah para pecinta  layang-layang memerkan skill atau kemampuan membuat dan menerbangkan karyanya. Pada sore nancerah ini  Tim Batas Media menyambangi Pantai Martasari di mana di pantai ini orang melakukan aktifitas menerbangkan layang-layang.

layang3

Layang-layang “Jaggan NAGA RAJA”, layang- layang ini penuh dengan keunikan dan gaya kas sendiri  sebagai mana menurut mitos, konon layang layang ini  di percaya sebagai naga yang menjaga kesetabilan dunia, layang-layang yang satu ini adalah layang layang yang sakral sebelum dan sesudah di terbangkan harus di sucikan dah hulu, demikian menurut salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga  Rayakan Tahun Baru, Lokasi Wisata Dipadati Pengunjung
layang5
Layang layang Janggan NAGA RAJA

Layang – layang seakan tidak bisa lepas dari kehidupan orang Bali. Bagi masyarakat Bali layang – layang bukanlah sekedar mainan anak-anak, melainkan sudah menjadi tradisi yang harus dan patut dilestarikan. Karena layang – layang Bali bukan hanya sesuatu yang ditarik dengan tali dan bisa terbang, melainkan sebuah karya seni yang bernilai tinggi yang memerlukan keahlian khusus dalam membuatnya. Sebut saja layang jenis, Janggan ‘NAGA RAJA jenis layang-layang ini termasuk jenis layang-layang yang tingkat pembuatannya cukup sulit karena memerlukan pembuat/orang yang  cukup pengalaman. Salah pembuatan, baik dalam mengukur tiap panjang kerangka maupun berat layangan dapat berakibat ketidak seimbangan layang – layang ini saat berada di udara dan bahkan tidak bisa terbang sama sekali.
Jenis layangan ini  terdiri dari  dua bagian yaitu layang layang itu sendiri  dan ekor kain bercorak warna-warni. Panjang ekor bermacam macam ukurun, ukaran terpanjang mencapai 160 m.   Untuk menerbangkan layang jenis ini dibutuhkan minimal 10 orang tergantung dari ukuran layang itu sendiri  dan di butuhkan kerjasama tim untuk menerbangkan layang-layang ini. Dari sini juga bermakna terjaganya rasa gotong royang untuk mengapai impian dan tujuan bersama. Dengan demikian kita pun bisa mengambil  satu hikmah dari semua ini, bawasanya masih perlunya kerjasama antara sesama.

Baca Juga  Pacitan bagai Berlian

Suratno-batas.id