Kerugian Serangan Siber di Indonesia US$34,2 Miliar

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Kerugian ekonomi akibat gangguan keamanan siber (cyber security) di Indonesia pada 2017 mencapai US$34,2 miliar. Itu berarti nilainya setara dengan 3,7% Produk Domestik Bruto yang totalnya mencapai US$932 miliar.

TechnoBusiness View: Perry Effect

 

Berdasarkan studi Frost & Sullivan yang diprakarsai Microsoft, organisasi skala besar diperkirakan rugi US$16,3 juta, 200 kali lebih besar dari kerugian ekonomi rata-rata sebuah organisasi skala menengah.

Studi yang melibatkan 1.300 pemimpin bisnis dan teknologi informasi dari organisasi skala menengah hingga besar itu juga menyebutkan serangan siber juga bisa menyebabkan hilangnya pekerjaan pada beragam fungsi di 7 dari 10 (69%) perusahaan selama 12 bulan terakhir.

Baca Juga  Mengenal Istilah dan Asal Usul “Unicorn” dalam "Startup"

Direktur Utama Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan hampir separuh organisasi yang disurvei pernah mengalami insiden keamanan siber (22%) atau tidak yakin telah mengalaminya (27%).

“Ketika berbagai perusahaan kini menyambut peluang-peluang yang ditawarkan oleh komputasi awan dan mobile untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan mengoptimalkan operasi perusahaan, mereka menghadapi risiko-risiko baru,” ujar Haris.

National Technology Officer Microsoft Indonesia Tony Seno Hartono menambahkan, “ Lingkungan ancaman yang selalu berubah merupakan tantangan, tapi banyak cara untuk menjadi lebih efektif menggunakan perpaduan yang tepat antara teknologi modern, strategi, dan keahlian.”●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto/Grafis: Microsoft

 

Artikel Asli