• Pengeluaran untuk menunjang transformasi digital dunia tahun ini mencapai US$1,2 triliun.
  • Revolusi digital telah meningkatkan profit dan memperluas pasar bagi perusahaan.

 

BATASTECHNO~ Revolusi digital yang berkembang selama ini telah mentransformasi individu, bisnis, ekonomi, masyarakat, bahkan negara. Karena itu, dalam konferensi dan pameran teknologi informasi “Virtus Showcase 2017: Reinventing Business in The Digital Age” yang diselenggarakan Virtus Technology Indonesia, anak perusahaan CTI Group, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (2/8), terungkap bahwa saat ini semua negara sedang berlomba-lomba menjadi negara berbasis ekonomi digital.\

Menurut Direktur Virtus Christian Atmadaja, revolusi digital juga telah meningkatkan profit dan memperluas pasar bagi perusahaan yang mengadopsinya. “Meskipun transformasi digital mulai ramai dibicarakan sejak 2012, perkembangannya tidak berjalan secepat yang diinginkan, terutama karena kerumitan proses dan besaran nilai investasinya,” katanya.

Baca Juga  Talenta TI Langka, CTI Group Buka Dua Anak Usaha Baru

Walau demikian, transformasi digital tidak bisa dihindari dan semua akan mengarah ke sana. Belanja modal untuk menunjang transformasi digital pun terus meningkat. Seperti disebutkan oleh perusahaan riset IDC, pengeluaran untuk menunjang transformasi digital diperkirakan akan mencapai US$1,2 triliun pada 2017, meningkat 17,8% dari 2016.

 

“Virtus Showcase 2017: Reinventing Business in The Digital Age” di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (2/8)

 

Layanan konektivitas, teknologi informasi, dan pengembangan aplikasi menjadi belanja terbesar di ranah transformasi digital tahun ini. Sementara yang memiliki pertumbuhan tercepat dalam lima tahun terakhir ini adalah infrastruktur komputasi awan (29,4%), layanan bisnis (22%), dan aplikasi (21,8%).

“Transformasi digital secara fundamental akan mengubah cara setiap perusahaan di semua industri dibangun, beroperasi, dan berinteraksi dengan para pelanggan mereka. Jumlah pengguna, aplikasi, dan volume data yang meningkat drastis dan belum pernah terjadi sebelumnya tidak mungkin dapat ditangani infrastruktur tradisional,” ujar Managing Director Dell EMC Indonesia Catherine Lian.

Baca Juga  Mitra UberMotor Unjuk Rasa Menentang Tarif Murah

BATAS.IDTechnoBusiness ID |Foto-Foto:  CTI Group