Penerimaan tamu ambalan MAN 1 Ponorogo dan gerakan tanam 1000 pohon/ Foto : Wahyu Prianka Adji/batas.id

Batas.id~PONOROGO–Sebagai pelajar harus sadar akan pentingnya perlindungan hutan. Ibarat kata tiada hutan tiada masa depan itu harus kita terapkan, sebagai pelajar kita harus tau bagaimana cara melindungi paru-paru dunia ini. Pelajar sebagai kader atau pelopor dalam perlindungan hutan harus menjadi garda terdepan dan memberi contoh kepada kalangan awam dimasyarakat. Seperti kata pepatah Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani  yang artinya didepan memberi teladan, ditengah ikut melaksanakan, dibelakang memberi dorongan menuju kearah kemandirian, jadi dalam konsep tersebut kita sebagai pelajar harus menjadi teladan didepan masyarakat akan pentingnya penyelamatan hutan, bukan hanya sekedar menjadi teladan saja tetapi kita juga harus ikut melaksanakannya kita harus terjun langsung dalam penerapan itu serta kita juga harus memberi dorongan kepada masyarakat agar masyarakat mengerti dan tahu akan pentingnya hutan dan ekosistem didalamnya.

Penanaman tahunan saka wanabakti Kwarcab Ponorogo bersama Perhutani Madiun Selatan/ Foto : Wahyu Priyanka Adji/batas.id
Penanaman tahunan saka wanabakti Kwarcab Ponorogo bersama Perhutani Madiun Selatan/ Foto : Wahyu Priyanka Adji/batas.id

Tanpa kita sadari paru-paru bumi ini semakin sakit, atau semakin berkurang, dan itu juga karena ulah manusia itu sendiri, ulah tangan-tangan jahil manusia. Tanpa disadari manusia telah merusak salah satu unsur terpenting alam, yaitu hutan. Tanpa hutan bencana akan terjadi dimana-mana, padahal jika terjadi bencana alam yang akan disalahkan tetapi apa sepenuhnya alam yang salah? Bukannya manusia yang telah merusaknya dan manusia telah menerima akibat dari perbuatannya. Jangan sampai kelak anak cucu kita bertanya bagaimana wujud hutan itu? Apakah hutan itu indah? Apakah hutan itu ada? Jangan sampai pertanyaan itu muncul dari mulut anak cucu kita.

Baca Juga  Demi Kepuasan Konsumen Panasonic Gandeng Apitu

Sebagai pelajar dan sebagai teladan kita harus bisa menjadi pelindung paru-paru dunia kita ini. Meskipun itu upaya yang kita lakukan tergolong kecil paling tidak kita sudah berusaha. Banyak cara untuk menyelamatkan paru-paru dunia kita ini, sebagai contoh gerakan tanam 1000 pohon yang dilakukan sekolah-sekolah, itu salah satu contoh yang patut diapresiasi di kalangan pelajar, kegiatan positif tersebut dapat merubah pandangan masyarakat akan pentingnya hutan. Penerapan karakter peduli alam sangatlah penting dikalangan pelajar, karena mereka akan sadar akan bagaimana pentingnya menjaga alam kita ini. Jika bumi ini bisa bicara pasti bumi akan menangis karena paru-parunya telah dirusak oleh penghuninya.

Pentingnya hutan untuk masa depan bisa kita rasakan sekarang. Ketika musim hujan terjadi longsor dimana-mana terutama di daerah pegunungan yang hutannya gundul, banjir dimana-mana dan yang paling parah adalah perubahan iklim yang sangat drastis serta global warming. Itulah semua akibat ulah tangan jahil manusia dan minimnya pengawasan dan pemahaman akan ilegal loging. Ketika pohon ditebang sewenang-wenang tanpa ditanami kembali, tidak menerapkan sistem tebang pilih ataupun sistem tebang konservatif (menebang pohon yang sudah tidak produktif). Penerpan sistem seperti itu sangatlah penting.

Baca Juga  Aksi Damai : Waspadai Oknum Penebar Ketakutan

Sekarang jaman sudah maju, sudah banyak sekolah yang memiliki gelar sekolah Adiwiyata. Itu salah satu cara agar pelajar tau dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, dan alam. Para pelopor dari golongan pelajar sudah banyak menciptakan banyak inovasi agar alam ini terjaga terutama hutan sebagai paru-paru dunia. Kegiatan-kegiatan sekolah Adiwiyata salah satu contoh penanaman patut di apresiasi, dengan penanaman akan menghidupkan kembali hutan yang sudah gundul dan gersang, meskipun butuh waktu lama lama untuk membuat hutan yang gundul itu lebat kembali tetapi paling tidak dengan kegiatan tersebut guru sudah berhasil menanamkan karakter peduli alam kepada muridnya.

Kesimpulannya sebagai pelajar harus mempunyai jiwa peduli alam termasuk peduli terhadap perlindungan hutan. Jangan sampai anak cucu kita tidak tahu hutan itu bagaimana wujudnya. Dan hutan sebagai paru-paru dunia harus kita selamatkan dan harus kita jaga dengan sungguh sungguh. (05/10/16) Wahyu Priyanka Adji-batas.id