BATAS.ID~Pacitan– Untung tak dapat diraih malang tak dapat di tolak,pribahasa ini  adalah gambaran bagaimana salah satu korban longsor di Tamansari Desa Jetislor Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan Jawa Timur ini, meski bencana banjir dan Longsor melanda hampir seluruh wilayah Pacitan, sudah sepekan berlalu, namun di lokasi ini belum mendapat perhatian dari Pemerintah setempat, bahkan kepala desanyapun hingga hari ke-3 proses pembersihan longsor belum nampak terlihat mengunjungi lokasi. 

” Ra peduli karo rakyate yang kena musibah, boro-boro ngasi tekan bondalem, omahku sing cedak dalan wae ra di delok”. gerutu Rohman pemilik Rumah yang terkena Longsor.

Beruntung,warga Tamansari, tetangga dan warga sekitar orang-orang yang baik, sehingga bahu membahu bergotong-royong membersikan lumpur yang merusak dan menuhi rumah keluarga Rohman tersebut.

Baca Juga  "Sepayung Indoneasia" Festival Payung Indonesia 2017 di Solo

Hingga Hari ke tiga proses pembersihan tanah, belum juga usai karena  hanya menggunakan alat seadanya di bantu dengan satu unit pompa air untuk menyemprot lumpur yang ada di dalam rumah.

Rumah ini merupakan salah satu korban longsor pada 28 November lalu di wilayah Pacitan, yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah setempat. ” Bukan ngarep pak,tapi belum kesentuh bantuan dari desa Jetislor,berupa apapun,ada bantuan dari banser, alumni sekolah Dwi Edi Setiawan, sama perhutani ” kata Rohman saat dihubungi batas.id Senin malam 4/12/2017.

Kata Rohman, bantuan larinya ke Penggung, Pakis, soale lurahnya peduli,yang di kirim pakai helikopter juga ke Pakis dan Penggung.

Baca Juga  Jalur pantura Indramayu masih lancar

Sekitar 130 orang membantu membersihkan longsoran berupa tanah dan lumpur. Diperkirakan pembersihan ini akan makan waktu tiga hari ke depan jika cuaca mendukung. ” sudah tiga hari pak, mungkin perlu tiga hari lagi kalau cuaca mendukung” jelas Rohman.

NRP