Batas.id~ Wonogiri – Kabupaten Wonogiri tidak hanya terkenal dengan sebutan Kota Gaplek atau tiwulnya, namun kuliner  Jenang atau bubur sum sum tentunya tidak asing bagi masyarakat Wonogiri, terlebih lagi dengan cita rasa tradisionalnya yang sangat nikmat tentunya akan membuat kuliner satu ini sangat diminati masyarakat.

Sosok perempuan paruh baya Sumini ( 56 Th ) yang berprofesi penjual Jenang  menempati  di dalam los Pasar Tradisional “ Klithik “ Kecamatan Kismantoro Kabupaten Wonogiri kurang lebih jarak 70 km dari Pusat Kota Wonogiri dengan sajian menu Jenang  diantaranya Jenang Sumsum,  jenang Grendul , bubur Ketan Hitam dan Jenang  Cenil serta Mutiara. Bagi anda yang bepergian ke Monumen Panglima Besar Jendral Sudirman Pakis Baru yang melewati Pasar Kismantoro untuk bisa mampir ke Kedai Jenang Sum Sum “ Mbok SUM ”

Baca Juga  Nama Korban Minibus Terjun ke Sawah

dawet2

Dengan Varian dan jenis Jenang yang beraneka ragam tentunya sangat disukai dan digemari oleh pelanggannya dengan harga yang sangat murah meriah dengan membandrol Rp 2000,00 / porsi. Dalam Pantauan Tim batas . id Jenang Sum Sum  “ MBOK SUM “ yang membuka kedainya di setiap Pasaran Wage dan Legi  ( istilah adat  hari Jawa ) sangat ramai dikunjungi pelanggan yang datang dari masyarakat baik dari dalam maupun diluar Wilayah Kecamatan Kismantoro Kabupaten Wonogiri.
Menurut keterangan Nuri ( 27 Th ) salah satu  putrinya yang juga sedang bekerja di Kalimantan Tengah yang dihimpun tim Batas.id  melalui sambungan telpon menjelaskan bahwa ibunya menjadi sosok tulang punggung keluarganya, karena suami sekaligus ayahanda Nuri juga sudah lama menderita sakit.  “  maka ibu yang berusaha mencari nafkah dan saya merantau ke Kalimantan Tengah juga untuk membantu berobat orang tua “ tambahnya.

Baca Juga  Kepengurusan APITU Indonesia DPD Banten Dikukuhkan

Edi Purnomo-batas.id