Foto Ilustrasi oleh Google

BATAS.ID,  INDRAMAYU -Kasus Investasi Bodong yang melibatkan KSP Pandawa Mandiri terus bergulir, penelusuran dan penyitaan asetpun dilakukan penyidik Polda Metro Jaya. Pihak penyidik menyita aset milik KSP Pandawa Mandiri yang berada di wilayah Kabupaten Indramayu. Aset berupa tanah dan bangunan yang disita penyidik Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya tersebut sebanyak lima bidang dan atas nama Nuryanto ( tersangka) sebanyak empat bidang dan atas nama Dakim (tesangka) satu bidang.

Seperti yang dilansir Republika.co.id, penyitaan tersebut dilakukan Kamis (6/4) mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.30 WIB. “Proses penyitaan berlangsung aman dan tertib yang melibatkan personel Dit Reskrimsus Polda Mentro Jaya dan di backup Polsek Kandanghaur,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus kepada para wartawan, Jumat (7/4).

Baca Juga  Polisi Olah TKP Pembegalan di Ratu Jaya Depok

Menurut Yusri, penyitaan dilakukan berdasarkan surat Perintah SRIN.Sita.No : SP.Sita/208/IV/2017/Dit Reskrimsus tanggal 4 April 2017 dan Tap Dita .PN Surat Penetapan Ketua PN Indramayu No : 04/Pen.Pin/2017/PN.IDM tanggal 21 Maret 2017. Berdasarkan surat tersebut ada lima bidang tanah dan bangunan yang disita serta dipasangi plang. Kelima objek yang disita tersebut semuanya berada di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, antara lain sebidang tanah/rumah atas nama Nuryanto dan Cici luas 738 meter persegi no sertifikat 181,  tanah/ rumah atas nama Nuryanto dan Cici seluas 432 meter persegi no sertifikat 432, tanah/ gudang atas nama Nuryanto dan Cici luas 242 meter persegi no sertifikat 442, tanah dan rumah atas nama Nuryanto dan Cici luas 350 meter persegi bukti AJB, dan tanah seluas 350 meter persegi atas nama Dakim.

Baca Juga  Truk Terguling di Slogohimo

NRP-BATAS.ID/ Republika.co.id