BATAS.ID~Suarabawah–Maraknya produk tekstil import, terutama produk dari China mengancam industri tekstil lokal. Bahkan beberapa perusahaan tekstil (Pabrik)sudah tutup karena tidak bisa bersaiang dengan produk import.

Detikcom merilis setidaknya ada tiga pabrik yang tutup di Bandung, berikut rilis lengkap detikfinance.

Bandung – Para pengusaha industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Jawa Barat merasa terancam dengan derasnya produk impor yang mayoritas dari China. Hal tersebut terjadi sejak keluarnya Permendag No 64 tahun 2017.

Salah satunya diungkapkan oleh pengusaha sarung tenun asal Majalaya Agus Ruslan. Menurut Agus aturan tersebut mengizinkan importir pemegang izin Angka Pengenal Importir Umum (API-U) mengimpor beragam produk TPT dengan sangat mudah termasuk sarung dan kain tenun yang diproduksi Industri Kecil dan Menengah (IKM) Majalaya.

“Akibat banjir produk impor ini kita tidak hanya omset turun, tapi malah pabrik tutup. Terakhir 3 pabrik paling besar tutup karena tidak bisa bersaing. Salah satunya produksinya mencapai 20 ribu kodi per bulan saat ini tidak ada selembar pun yang diproduksi,” kata Agus mewakili ratusan IKM Sarung Majalaya di Bandung dalam keterangannya, Sabtu (25/5/2019).