BATAS.ID~Banjarnegara-Kesejahteraan masyarakat Desa merupakan inti dan tujuan dari pembangunan desa. Pembangunan desa dikatakan berhasil jika telah terjadi perubahan kesejahteraan dalam masyarakat ke arah yang lebih baik. Dalam pembangunan desa masyarakat mempunyai posisi yang cukup strategis karena tidak hanya sebagai objek pembangunan tapi sebagai subjek pembangunan.


Sebagai subjek pembangunan maka peran dan partisipasi aktif masyarakat dalan perencanaan pembangunan sangat di butuhkan karena perencanaan yang baik adalah perencanaan yang prosesnya melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dengan adanya patrisipasi dari warganya maka pemerintah desa bisa mendengar aspirasi warganya, pemerintah desa bisa mengetahui kebutuhan masyarakatnya hingga pada akhirnya pemerintah desa bisa menentukan skala prioritas pembangunan di desanya dengan memperhatikan aspirasi warganya.

Demikian pula yang terjadi di desa Jalatunda, Kec. Mandiraja Banjarnegara, Untuk mengetahui Aspirasi warganya media desa Jalatunda (JALANews) bekerja sama dengan Pemerintah desa dan PARJA mencoba melakukan terobosan baru untuk menjaring aspirasi dan usulan warganya dengan meluncurkan program “Rembug Online Jalatunda”

Peluncuran Rembug Online ini bukan tanpa maksud, JALANews bekerjasama dengan pemerintah desa dan Paguyuban anak rantau Jalatunda (PARJA) memilih Rembug online ini karena mengingat begitu banyaknya warga desa Jalatunda yang hidup diperantauan dan selama ini mereka kurang mempunyai wadah serta kesempatan untuk menyalurkan aspirasi, gagasan dan usulan-usulannya untuk kemajuan desa. Selama ini mereka kurang di libatkan dalam penentuan rencana, arah kebijakan dan pembangunan desa.

Dengan adanya rembug online yang diadakan melalui jejaring sosial facebook di harapkan bisa mempermudah warga desa Jalatunda yang ada diperantauan untuk turut serta menyalurkan suara dan aspirasinya secara cepat dan tepat. Rembug online ini diharapkan bisa menjadi wadah dan penyalur aspirasi seluruh warga desa secara luas tanpa terkecuali.
Satam, Desa Jalatunda sangat mendukung dengan adanya rembug online ini. ” kami dari pemerintah desa sangat mendukung dengan kegiatan rembug online ini. Usulan atau gagasan yang masuk akan kami sampaikan ke tim RKP Desa agar ditentukan usulan prioritas yang akan dimasukan dalam kegiatan pembangunan di desa tahun 2018 ” papar beliau.

Rembug online Jalatunda dibuka dan diresmikan langsung oleh Kepala Desa Jalatunda, Satam, pada tanggal 13 September 2017 dan ditutup pada tanggal 25 September 2017. Selain rembug online via Facebook, Jalanews sebagai panitia pelaksana juga membuka hotline SMS bagi Warga non pengguna Facebook untuk menyalurkan aspirasinya. Untuk memperluas cakupan penjaringan JALANews juga melakukan rembug offline melalui brosur/angket usulan yang di sebarkan ke RT/RW sebagai koordinator lapangan. Semua hasil penjaringan usul dan gagasan baik melalui online, offline maupun hotline SMS akan dikumpulkan menjadi satu untuk kemudian dilakukan rekap usulan. Hasil rekapitulasi ini nantinya akan di serahkan ke pihak desa untuk kemudian di bawa ke sidang musyarah desa guna menentukan RKPDes tahun 2018. Diharapkan usulan ini bisa menjadi bahan rujukan, pertimbangan dan acuan Pemerintah desa dalam menentukan skala prioritas, rencana,arah dan tujuan pembangunan tahun 2018.

Dari pelaksanaan rembug online diketahui bahwa animo warga desa Jalatunda untuk berpartisipasi dalam menyampaikan usulan dan gagasan cukup tinggi yaitu sebanyak 260 pengusul dengan komposisi laki-laki 110 dan perempuan 160 dimana setiap pengusul bisa mengusulkan beberapa usulan sekaligus. Dari rembug online ini juga diketahui bahwa dari 24 dukuh yang ada di Jalatunda sudah ada 15 dukuh yang memberikan usulannya baik lewat Facebook, SMS màupun brosur yang disebarkan oleh media desa.

Dari 386 usulan berdasarkan hasil penggalian ini ada beberapa masalah mendasar yang di hadapi oleh warga desa yaitu sebanyak 68 usulan menginginkan adanya jambanisasi, 54 usulan menginginkan adanya Bank Sampah, 36 usulan menginginkan adanya pengadaan Air bersih untuk komsumi dan MCK sehari-hari, 34 usulan menginginkan adanya perbaikan jalan, 30 usulan menginginkan adanya pengadaan posyandu lansia dan perluasan posyandu anak dan 18 usulan mengusulkan adanya kemudahan dan sosialisasi Adminduk ( KTP, KK dan akte kelahiran).

Dari hasil analisis usulan tersebut dapat di paparkan bahwa dalam bidang kesehatan penambahan posyandu anak sangat diperlukan, bahkan posyandu lansiapun perlu diadakan. Dalam bidang pendidikan, pengadaan gedung dan guru PAUD sangat di perlukan, kesejahteraan guru ngajipun patut di perhatikan. Dalam Adminduk ternyata masih banyak warga yang belun mengetahui alur, tata cara dan proses pembuatan KTP, KK dan Akta Kelahiran. Dalam bidang pembangunan masih perlu adanya perbaikan-perbaikan jalan dan pemerataan pembangunan.

Banyak respon dan tanggapan yang positif terhadap adanya rembug online ini, diantaranya diungkapkan oleh Rachmat yang merupakan pembina paguyuban anak rantau Jalatunda(PARJA). ” Terimakasih kami ucapkan kepada tim JALANews yang telah menampung aspirasi kami warga jalatunda perantauan dan yang telah mendorong keikutsertaan masyarakat dalam perencanaan pembangunan yaitu pembangunan yang partisipatif dimana masyarakat diikutsertakan dalam merencanakan, melaksanakan dan ikut mengawasi pembangunan di desa. Akhirnya kami para perantau bisa ikut serta dalam perencanaan pembangunan 2018 walaupun tidak terlibat secara langsung dalam pembangunan namun setidaknya masukan dari kami para perantau dijadikan bahan pertimbangan untuk pembangunan 2018. dan kami berharap kepada pemerintah desa jalatunda adil dan merata pembangunan desanya serta memprioritaskan pembangunan yang memang harus di dahulukan. salam dari kami anak rantau jalatunda” ungkap Rachmat.

Rembug online ini merupakan hal baru pertama diadakan di desa Jalatunda bahkan mungkin di Kabupaten Banjarnegara. Rembug online ini di harapkan bisa menjadi salah satu wadah penyalur aspirasi seluruh warga Jalatunda untuk ikut serta berpartisipasi dalam proses perencanaan, penentuan arah dan kebijakan pembangunan desa. Rembug  online ini di harapkan bisa menjadi wadah pemersatu warga untuk turut serta membangun desa menuju “Desa Membangun”.


RULY|FERYARYA