BATAS.ID~ Jakarta- Kemacetan kesemprawutan adalah pemandangan sehari-hari di jalanam Ibu kota, semakin hari semakin memprihatinkan.
Seolah toleransi sudah musnah di jalanan Jakarta, menerobos lampu merah menjadi hal lumprah, melawan arah hal yang biasa, ugal- ugalan, saling srobot seolah bukanlah dosa.

Pejalan kaki sudah tidak dihargai, bahkan trotoar menjadi primadona penguna motor untuk menembus kepadatan, jangankan berhenti di belakang garis stop, lampu merah saja terus jalan, jika ada yang berhenti klakson dari belakang terus berbunyi.

Pengendara motor menggunakan trotoar di Jalan Percetakan Negara

Dari Jalan Raya Bekasi hingga Gunung Sahari, Dari Lenteng Agung hingga Pasar Minggu, dari Cengkareng hingga Menteng, dari  Pondok Indah hingga Pondok Gede, Dari Cimanggis hingga Cililitan, setiap hari banyak pengguna jalan yang melawan arah, lagi lagi ini  sudah menjadi lumprah dan bukan masalah.

Baca Juga  Proses Pembelajaran Demokrasi Sesungguhnya

NRP