Aksi melawan arah/Foto Denis Priwanda/batas.id

Batas.id~Jakarta–Bagi pengendara yang baru melintas ke arah Depok atau Bogor melewati Jl.Tanjung Barat sampai Jl.Lenteng Agung jangan terkejut jika menjumpai pemamdangan yang begitu memprihatinkan. Bukan karena jalan yang kurang lebar atau adanya lubang di tengah-tengah lajur, melainkan pengendara  sepeda motor yang tidak tertib. Berawal dari kemacetan yang terjadi di Jl.Srengseng Sawah-Ps.Minggu di mulai jam 06.30-09.30 pengendara yang akan pergi ke arah Jakarta untuk bekerja atau bertemu sanak saudara sudah pasti harus sabar. Karena di jam-jam tersebut sungguh macet yang luar biasa, kemacetan tersebut di sebabkan banyak hal seperti:
1.Banyaknya pekerja di jakarta berasal dari wilayah di luar Jalarta(Depok,Cibubur & Bogor).
2.Jam kerja dan jam sekolah waktunya hampir bersamaan.
3.Banyaknya angkutan umum yang berheti menunggu penumpang terlalu lama.
4.Kesadaran tertib berkendara masih minim dan sulit di atur oleh petugas Polisi lalulintas yang berjaga di area tersebut.
5.Adanya perlintasan yang cukup banyak di sepanjang jalur tersebut.

Baca Juga  Konsep megapolitan alternatif dari pemindahan Ibu Kota

Hal-hal tersebut di atas adalah sebagian kecil penyebab kemacetan yang terjadi di Jl.Srengseng Sawah – Ps.Minggu, butuh waktu sekitar 40(empat puluh)menit atau lebih untuk melewati lokasi tersebut. Selain kelengkapan berkendara seperti, SIM, Helm dan Spion pengendara juga harus sabar dengan kondisi tersebut. Akan tetapi ada beberapa pengendara yang nekat melawan arah yang di mulai memutar arah di perlintasan pintu kreta Lenteng Agung, pengendara sepeda motor melawan arah hingga sampai di bawah kolong Underpass Kebagusan, bahkan yang lebih parah lagi aksi pengendara melanjutkan hingga sampai perlintasan pintu kereta yang ada di Poltangan.

Aksi melawan arah di Jl.Tanjung Barat/foto Denis Priwanda/batas.id
Aksi melawan arah di Jl.Tanjung Barat/foto Denis Priwanda/batas.id

Pengendara yang melawan arah mungkin belum memiliki kesadaran atas aksinya. Selain resiko yang tinggi buat pengendara yang dari arah Ps.Minggu menuju Depok ,resiko yang sudah jelas tertulis Undang-Undang Lalulintas pasal 311 dan 229 ayat 2(dua). Selain membahayakan jiwa, aksi tersebut juga merupakan perilaku yang tidak tertib dalam berkendara. Ada sekitar 16 gang yang ada di sepanjang jalur itu, bahkan ada salah satu warga yang kesal melihat ulah pengendara yang tidak tertib, Waluyo(43) yang hendak mengantar anaknya yang bersekolah di Universitas Pancasila dikejutkan oleh pengendara sepeda motor yang muncul dari arah lenteng secara mendadak di gang Waru, Untung Waluyo tidak sempat berbenturan karena langsung injak rem. Akan tetapi Waluyo merasa terganggu bahkan bukan Waluyo saja, ada beberapa warga   merasakan hal yang sama. Ketika ada petugas yang berjaga atau patroli polantas aksi penegendara tidak nampak, tapi ketika tidak ada petugas Polantas aksi tersebut kembali terjadi. Yang kita harapkan adalah kesadaran dari semua pengendara baik sepeda motor atau mobil untuk tidak melawan arah,karena selain mengancam keselamatan jiwa juga aksi tersebut merupakan kegiatan yang melanggar hukum dan tata tertib berkendara.Jangan sampai aksi melawan arah menjadi budaya jika di biarkan berlarut-larut.

Baca Juga  Hari Qurban Pojok Jakarta

Denis Priwanda/batas.id