Mengintip Arah Baru Huawei dan Honor 
Presiden George Zhao menunjukkan ponsel Honor View20 saat peluncuran di Beijing, China, Rabu (26/12).

Huawei akan menjadi produsen ponsel pintar terbesar di dunia, Honor terbesar kedua di China.  

Hong Kong, TechnoBusiness ● Di tengah lesunya kinerja Apple dan Samsung di pasar ponsel pintar (smartphone) dunia akhir-akhir ini, Richard Yu, CEO Huawei Consumer Business Group, justru membuat kejutan.

Melalui akun jejaring sosial Sina Weibo-nya, Richard menyatakan sesuatu yang membuat para kompetitornya bisa jadi geram. Huawei dan Honor mempunyai tujuan strategis baru. Apa itu?

Baca Juga: Indonetwork.co.id dan TechnoBusiness Media Jalin Kerja Sama

“Huawei akan menjadi produsen ponsel pintar terbesar di dunia, Honor akan menjadi produsen ponsel pintar terbesar kedua di China dan keempat di dunia,” tulisnya.

Agar bisa tercapai, Huawei akan mendukung Honor dalam mengembangkan produk-produk mutakhir. Selain itu, Huawei melanjutkan investasi dalam inovasi teknologi, saluran distribusi dan ritel, seraya mempertahankan kedua merek.

Kedua merek, kata Richard, akan mempertahankan pola pikir maju dan membantu menciptakan dunia yang cerdas dan terhubung sepenuhnya. Sekali lagi, ia menuliskan, “Huawei Consumer Business Group telah tiba pada tahap baru.”

Baca Juga  Inilah Deretan Pemenang Dell Technologies World 2018

Baca Juga: Pavel Ilii, Imigran yang Sukses Membangun IPWebMedia dengan US$300

Sasaran baru itu ditetapkan setelah Huawei menyelesaikan tujuh sasaran strategis yang ditetapkan Richard pada 2012. Ketujuh sasaran itu antara lain (1) mengubah dari kustomisasi operator tanpa merek (original design manufacturer/ODM)  ke original equipment manufacturer (OEM).

(2) Pembaruan dari terminal pintar kelas bawah ke menengah atas; (3) Hentikan penjualan ponsel fitur ultra-low end yang memiliki penjualan tinggi tapi laba rendah; (4) Memasukkan prosesor quad core Core dan cip Balong HiSilicon.

(5) Kembangkan bisnis e-commerce; (6) Merancang pengalaman pengguna melalui user interface (UI); dan (7) Menjadi yang berkinerja terbaik di industri perangkat keras global.

Hasilnya, bisnis konsumen Huawei memimpin pendapatan perusahaan dengan peningkatan 48,4%, mengungguli bisnis jaringan operator miliknya.

Baca Juga  Ketika Kinerja Multipolar Technology Terimbas Kelesuan Ekonomi

Tahun lalu, penjualan bisnis konsumen Huawei mencapai RMB348,9 miliar, meningkat 45,1% dibanding tahun sebelumnya—dan menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Cerita Heroik Priyam Sengupta Berbuah Aplikasi Donor Darah Bloodmates

Honor, yang menjadi submerek Huawei di pasar ponsel pintar, semakin menunjukkan ketangguhannya. Berdasarkan firma riset IDC, meski pengiriman ponsel pintar global pada kuartal 3/2018 turun 3,1% dibanding tahun sebelumnya, pengiriman Honor justru naik 27,1%.

Selama 2018, masih menurut IDC, pengiriman ponsel pintar Honor naik 170% dibanding periode satu tahun sebelumnya. Honor meraih peringkat kedua dalam volume penjualan online global pada 2018 dengan kenaikan 29,4% dibanding tahun sebelumnya.

Huawei memang pandai meracik strategi di berbagai bidang teknologi, termasuk di ranah ponsel pintar dunia. “Sebagai merek China yang selama ini dipandang sebelah mata, kini Huawei semakin mampu membayang-bayangi posisi mereka [Samsung dan Apple],” ungkap Group Deputy CEO Spire Research and Consulting Jeffrey Bahar.

Baca Juga  Strategi Humas Mengelola Krisis di Era Baru Media

Baca Juga: Mengapa Industri Startup Australia Tak Seagresif di Indonesia?

Sepak terjang Huawei bisa dilihat amat solid, pelan tapi menusuk. Ketika kompetitor asyik dengan keberhasilannya, kata Jeffrey, Huawei sibuk mengembangkan teknologi 5G yang diketahui amat penting dalam industri telekomunikasi ke depan.

“Wajar jika Presiden Honor George Zhao di ajang Mobile World Congress pada Januari lalu dengan percaya diri mengatakan bahwa Honor sedang berada di ambang terobosan lain dan tidak ada perlambatan bagi kami,” ujar Jeffrey.

Lalu, kemarin, Richard mengunggah pernyataannya tentang arah bisnis Huawei dan Honor ke depan melalui Sina Weibo. “Itu menandakan Huawei dan jajaran manajemennya dalam posisi percaya diri sepenuhnya untuk menjadi pemimpin pasar ponsel pintar global,” lanjut Jeffrey.

—Abra Matthew, TechnoBusiness/PRN ● Foto: Honor

 

Artikel Asli