BATAS.ID~Semarang–Kegagalan dalam meniti karir banyak dialami seseorang, karena mereka kurang memahami karir yang seperti apa yang pantas membawa pada kesuksessan dan kebahagiaan. catatan perjalan hidup Edi Susanto, yang mengalami berbagai kesulitan dan akhirnya ia menemukan kebahagiaan dan kesuksesan dalam karirnya, ia membagikan kisah inspiratif perjalan hidupnya dalam Secret Note #10, catatannya kali ini Ia kemas dalam bingkai “Menikahi Karir yang Cantik”, semoga dapat memberi  #Inspirasi dan pencerahan. Berikut lengkapnya….

Sahabatku yang powerful, apa kabar bahagia Anda hari ini?

Hari ini, saya teringat masa 1999 dimana saya baru lulus SMA. Dengan harapan cerah mendaftar UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) ke Universitas Diponegoro fakultas kedokteran namun gagal. Saya lalu masuk DIII Perpajakan yang harus berujung DO (Droup Out) di tahun 2003.

Dengan simpanan yang masih tersisa mencoba untuk memperbaiki nasib dengan masuk ke S1 Ekstensi Psikologi Undip. Sampai tahun 2004 saya harus menerima kenyataan pahit di DO lagi. 

Baca Juga  Roemah Rakyat, Hobi Unik Nani Mayor

Tanpa uang, pekerjaan dan tidak diizinkan pulang kampung, hidup seolah tanpa harapan yang cerah seperti tahun 1999 silam. Lalu apa yang terjadi kemudian ?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

(Saya rahasiakan dulu ya !)

Dengan izin Tuhan sekarang –tahun 2010, saya memiliki sebuah lembaga yang menaungi 3bisnis –Bimbingan Belajar Antusias, Sugihnom University, Toko Motivasi dan 1 organisasi nirlaba -Generasi Sugihnom, menjadi penulis buku yang inspiratif dan pembicara publik yang powerful. Saya sangat menikmati setiap aktivitas di dalamnya, juga menikmati aliran rupiah didalamnya. Alhamdulillah.

Akhir-akhir ini, saya bertemu, mendapat SMS dan telepon dari teman-teman kuliah dulu yang jauh lebih pintar dari saya dan tentunya tidak mengenal kamus DO dalam kehidupan mereka.Sebagian besar dari mereka selama kurun waktu 2003-2010 sudah berganti pekerjaan lebih dari 3 kali. Sebagian lagi tidak bahagia dengan pekerjaan sekarang dan merencanakan untuk segera keluar.

Baca Juga  Strategi Menjual "Magnetic Salling" oleh Edi Susanto

Dengan membandingkan kondisi saya dan teman-teman saya tersebut membuat saya 

“bertapa” (baca merenung) hingga mendapatkan “wangsit” (baca inspirasi) bahwa :

Orang berbahagia dengan pekerjaannya karena dia telah menikah dengan karir yang cantik.

Orang sengsara dengan pekerjaannya karena dia hanya memacari karir yang jelek.

Pada Secret note kali ini, saya akan mengupas tentang menikahi karir yang cantik. Mari kita mulai!

Apakah Anda mengalami kondisi kerja seperti berikut :

• Melihat pekerjaan sebagai mesin penghasil uang

• Suka gonta-ganti pekerjaan

• Tidak menikmati saat bekerja

• Tingkat stres yang tinggi

• Kesejahteraan rendah

• Aktualisasi diri terhambat

Jika Anda menjawab : “ya”, itu tandanya Anda sedang memacari karir yang jelek.

Baca Juga  Cara Pandang yang Powerful

Sebaliknya, Apakah kondisi kerja berikut yang Anda alami :

• Melihat pekerjaan sebagai panggilan hidup

• Setia (loyal) pada pekerjaan

• Menikmati pekerjaan

• Tingkat stres yang rendah

• Kesejahteraan tinggi

• Aktualisasi diri penuh

Jika Anda menjawab : ”ya”, selamat, Anda telah menikahi karir yang cantik.Bagi Anda yang masih memacari karir yang jelek, segera putuskan ia dan temukanlah karir yang cantik untuk dinikahi? Ingin tahu ciri-ciri karir yang cantik? 

Berikut ini cirinya, perhatikan dengan seksama !

1. Mendatangkan KEBAHAGIAAN saat mengerjakannya

2. Memberikan MAKNA dalam hidup Anda

3. Memberikan MANFAAT bagi banyak orang

4. Membuat Anda terus TUMBUH

Jadi, sudahilah masa pacaran Anda dengan karir yang jelek dan nikahilah segera karir yang cantik, beranikah Anda melakukannya, sahabatku yang powerful?

Salam Powerful 

Edi Susanto