​Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengakui kementeriannya mendukung kepolisian mengungkap pengunggah konten pornografi yang melibatkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab. Konten itu disebarkan lewat situs baladacintarizieq. 

“Kalau masalah bantu sudah pasti bantu dong. Biar bagaimanapun kami sama-sama pemerintah,” ujar Rudiantara saat ditemui di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Juni 2017. 
Meskipun terlibat menelusuri asal muasal situs tersebut, Rudiantara menolak menyampaikan perkembangan kerja pihaknya. Alasan dia, kasus tersebut ada di lingkup yang ditangani penegak hukum. 
“Proses ini penyidikan, bukan berdasarkan (terkait pelanggaran) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kalau berdasarkan ITE, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)-nya ada di Kemenkominfo, ini kan bukan,” ujar dia. 
Rudiantara pun menolak berkomentar mengenai dugaan bahwa konten di Baladarizieq pertama kali muncul di Amerika Serikat. Hal itu diungkapkan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan pada 8 Juni lalu. “Biar polisi saja (yang menyampaikan),” kata dia. 
Penyidik Polda Metro Jaya diketahui telah berkoordinasi dengan aparat di Amerika Serikat, terkait kasus ini. Sebanyak enam orang ahli telematika pun disiapkan polisi guna melacak pelaku penyebar chat dan foto berkonten pornografi yang diduga terkait Rizieq Syihab dan perempuan bernama Firza Husein. 
“Yang jelas kami lakukan (pencarian) terus, namun tidak gampang karena kami harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” ujar Iriawan. 
|TEMPO.CO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here