Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengimbau agar berbagai hidangan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah menggunakan bahan dasar ikan. Pesan itu dia sampaikan dalam video yang diunggah di akun twitter pribadinya, @susipudjiastuti. 


“Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir-batin. Semoga bulan fitri membawa berkah bagi kita semua, dan jangan lupa mengganti menu hari raya ini dengan ikan,” katanya dalam video yang diunggah pada Sabtu, 24 Juni 2017. 

Menurut Susi, menu Lebaran dengan ikan memiliki banyak manfaat, termasuk rendahnya kadar kolesterol. Selama ini, menu utama warga saat Lebaran adalah opor ayam, rendang sapi, dan sambal goreng kentang. Ikan memang jarang diolah sebagai hidangan khas Idul Fitri. 
Jika diikuti warga, imbauan Susi akan meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat. Saat ini, konsumsi ikan per kapita warga Indonesia adalah 43 kilogram per tahun. Ini lebih rendah dari konsumsi ikan negara lain, yang mencapai 70 kg per tahun (Malaysia), 80 kg per tahun (Singapura), dan 100 kg per tahun (Jepang). Namun jumlah itu jauh lebih besar dari konsumsi daging sapi per kapita warga Indonesia yang hanya 2,2 kg per tahun (data 2015).
 
Di akhir videonya, dengan nada bercanda, Susi mengatakan akan menenggelamkan siapa pun yang tidak mengikuti imbauannya. “(Makan ikan) supaya bebas kolesterol dan tidak saya tenggelamkan pada hari raya ini. Tapi, (jika) setelah hari raya tidak makan ikan, pasti saya tenggelamkan,” ucapnya.

Pesan ini dibuat Susi dalam dua video terpisah. Video pertama disukai lebih dari 4.700 pengguna Twitter dan di-retweet lebih dari 3.300 orang. Sedangkan video kedua disukai lebih dari 1.300 orang dan diteruskan (retweet) lebih dari 900 orang.

|TEMPO.CO