Korban ditemukan tersungkur di rumput sudah tidak bernyawa/foto:hari p untuk ©batas.id

Jakarta – Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa remaja di bawah umur 15 tahun yang sering mengkonsumsi alkohol, berisiko mati dini. Sekitar 15.000 orang dewasa menjadi responden dalam penelitian ini. 

Para peneliti mengikuti setiap catatan kesehatan responden dalam 30 tahun terakhir. Hasilnya, responden yang mengkonsumsi alkohol sebelum berumur 15 tahun memiliki risiko 20 persen lebih tinggi terhadap kematian dini.

Ketua peneliti kesehatan Universias Florida, Hui Hu, mengatakan mengkonsumsi alkohol terlalu cepat memiliki asosiasi dengan penyimpangan perilaku akibat alkohol sehingga berdampak pada kemungkinan kematian dini.

Studi tersebut menyebutkan bahwa kecanduan bukan menjadi satu-satunya faktor yang berkontribusi terhadap kematian dini bagi remaja yang suka minum. Pada riset lain yang mirip juga menunjukkan hal yang sama.

Dalam sesi wawancara yang dilakukan sejak awal 1980 terkait perilaku konsumsi alkohol, kebanyakan partisipan berumur 18-44 tahun. Dari total partisipan yang mencapai 9.089, 61 persen telah mengkonsumsi alkohol pada usia di atas 15 tahun, sekitar 13 persen minum alkohol di bawah usia 15 tahun.

“Sekitar 37 persen responden yang minum alkohol di bawah umur 15 tahun telah didiagnosis mengalami gangguan konsumsi alkohol. Sebanyak 11 persen mengalami ketergantungan obat-obatan dan alkohol. Pada akhir masa penelitian, sekitar 26 persen responden yang minum alkohol sebelum 15 tahun meninggal, sementara 23 persen responden yang minum alkohol setelah 15 tahun meninggal,” kata Hu.

Peneliti kesehatan masyarakat Universitas California, Michael Criqu, mengatakan kematian pada usia muda juga bisa disebabkan oleh efek genetik dan lingkungan.

|TEMPO.CO