Korban meninggal dunia, Ahmad Budi Cahyono/foto:berbagai sumber ©batas.id

BATAS.ID~Madura-Berita duka kembali menerpa dunia pendidikan di negeri tercinta ini. Seorang guru meninggal dunia diduga akibat di aniaya siswanya sendiri.

Ahmad Budi Cahyono (27), seorang Guru GTT (Honorer) Mapel Seni Rupa di SMA N 1 Kecamatan Torjun, Sampang, Madura, menghembuskan nafas terakhir setelah sebelumnya mengalami pemukulan oleh anak didiknya, berinisial HI.

Siapa sangka, hari Kamis, 1 Februari 2018 (kemarin), adalah hari terakhir ia mengajar di SMA N  1 Torjun. Siang itu, guru Budi mengajar pada saat sesi jam terakhir pukul 13.00 WIB., ia mengajar Mata Pelajaran Seni Rupa di kelas XI, materi seni lukis.

Saat pelajaran menggambar sedang berlangsung, siswa HI tidak peduli justru mengganggu teman-temannya bahkan kemudian bisa tidur seenaknya dalam kelas.

Baca Juga  Suran Agung PSHW Tunas Muda Berlangsung Khitmad, Aman Dan Lancar

Beberapa kali ditegur sang guru, namun tak dihiraukan oleh HI, kemudian pipi si siswa dicoret cat air, tak terima dengan teguran gurunya itu, HI merangsek, memukuli kepala gurunya sendiri, dan terus ia pukuli hingga dilerai teman-teman dan guru lainnya.

Setiba di rumah,  Guru Budi merasakan sakit kepalanya, semakin menjadi.  Ia pun tak sadarkan diri dan oleh keluarga dilarikan ke RS Dr. Sutomo, Surabaya. Hasil diagnosa dokter, Guru Budi mengalami Mati Batang Otak (MBA), akhirnya, sekitar pukul 21.40, Guru Budi meninggal dunia.

Tragedi yang seharusnya tak boleh terjadi, seorang guru GTT dengan gaji Rp. 400.000,- sebulan, kehilangan nyawa akibat dipukuli anak didiknya sendiri.

Baca Juga  Video Detik-detik Bom di Bandung

Peristiwa itu tentu meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi istri korban, Sianit Sinta (23), yang saat ini sedang mengandung empat bulan, buah cintanya dengan mendiang Guru Ahmad Budi Cahyono. *berbagai sumber