catatan yang beredar di media sosial/batas.id/rudianto

Batas.id~WONOGIRI-Seorang warga Wonogiri yang bernama Misni tiba-tiba menjadi perbincangan di beberapa media sosial, pasalnya, orang tersebut tercatat sebagai pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Seperti diketahui, Dimas Kanjeng Taat Pribadi diringkus oleh Polda Jawa Timur pada Kamis (22/9) karena diduga telah menipu ribuan orang dan juga membunuh beberapa santri.

Penasaran dengan perbincangan para netizen dibeberapa media sosial, menggelitik tim batas.id untuk melacak kebenaran isu tersebut. Bermodalkan hasil screenshoot yang disebarkan oleh para netizen, akhirnya kemarin malam, jurnalis batas.id berhasil menemukan sang pengikut Dimas Kanjeng tersebut.

saat ditemui dirumahnya, misni menunjukkan surat keterangan domisili/batas.id/rudianto
saat ditemui dirumahnya, misni menunjukkan surat keterangan domisili/batas.id/rudianto

Saat ditemui dirumahnya, Misni mengakui bahwa saat terjadi penggerebekan itu, sedang berada di padepokan dan menempati Asrama Putra Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Sumber Cangkelek RT. 022 RW. 008, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga  Kebijakan Bupati Ponorogo Untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Songgolangit
misni-3
surat keterangan domisili dari pihak padepokan/batas.id/rudianto

“Tiba-tiba ada gas air mata dan mataku langsung buram, tidak bisa melihat apapun, terus KTP-ku diminta polisi untuk di foto,” kata Misni menceritakan. Menurutnya, hal itu dilakukan oleh polisi agar dia dijemput oleh keluarganya namun karena dia masih memiliki simpanan uang untuk transport, akhirnya dia pulang sendiri.

catatan lain yang beredar di media sosial/batas.id/rudianto
catatan lain yang beredar di media sosial/batas.id/rudianto

Namun jika disebut menjadi korban penggandaan uang dia membantahnya. “Saya mengikuti Dimas Kanjeng di padepokan Probolinggo itu hanya mencari ilmu agama yang bisa berguna di dunia maupun di akhirat kelak. Saya juga tidak pernah istilah menanam saham untuk di gandakan, tetapi kalau ada iuran dana seikhlasnya iya, tapi kalau kata orang aku ini korban penggandaan uang itu tidak benar,” kata Misni dalam bahasa jawa.

Baca Juga  Sopir bus ugal-ugalan dalam kecelakaan maut Probolinggo

“Aku yo bingung, disana yang dibaca Al qur’an, yo yasinan tapi kok disebut aliran sesat, la yang mana yang sesat aku ya ga tahu, terus katanya menggandakan uang itu ya dimana, saya betul tidak tahu soal bisa menggandakan uang itu, betul- betul saya tidak tahu” tuturnya lagi.

Rudianto-batas.id