BATAS.ID~Banyumas-Berbagai elemen masyarakat, komunitas dan mahasiswa berunjuk rasa menolak proyek PLTPB Baturaden di depan kantor Bupati Banyumas, Senin, 09/10/2017.

“Tolak tolak PLTPB usir PT.SAE sekarang juga”ini  yel-yel yang diteriakan pengunjuk rasa yang terdiri dari berbagai Komunitas Pecinta Lingkungan diantaranya; Cilongok Bersatu, Aliansi Cilongok Peduli Gunung Slamet dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi disekitar Banyumas seperti Unsoed, UMP, UNWIKU, dan IAIN, dan masyarakat terdampak mega proyek PLTPB Baturaden.

Aksi dimulai  di depan IAIN di Jl. Ahmad Yani No.40-A Purwokerto Utara  kemudian berjalan  menuju kantor Bupati Banyumas Jl.Kadipaten No.1.
Dalam orasinya masa aliansi Cilongok Peduli Gunung Slamet mempunyai 3 tuntutan utama, tuntutan tersebut antara lain:

Baca Juga  Tuntut penghentian kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Roghigya

1. HENTIKAN PEMBANGUNAN PLTPB DI GUNUNG SLAMET.

2.CABUT IZIN PANAS BUMI PT.SAE (Sejahtera Alam Energi)

3. TARIK MUNDUR SELURUH ALAT BERAT DARI GUNUNG SLAMET.

Aksi ini di gelar karena masyarakat kecewa dengan lambatnya respon pemerintah terhadap keluhan masyarakat. Salah satu koordinator aksi, Adi menjelaskan, warga sekitar sudahbmengakami krisis air bersih dan banyak satwa liar masuk pemukiman warga. “Krisis air bersih dan satwa liar seperti babi hutan yang sering turun ke pemukiman warga membuat resah” jelas Adi.

Selain itu, Industri UKM yang mengandalkan air bersih seperti pabrik tahu dan peternak ikan lele yang merugi akibat tidak adanya sumber air bersih, air pam yang  setiap hari dipakai oleh warga untuk mandi,mencuci hingga di konsumsi bercampur lumpur.

Baca Juga  Ridho Rhoma Dikabarkan di Tangkap Karena Narkoba
Air Pam di salah satu bak mandi rumah warga bercampur lumpur

Pengunjuk rasa meminta untuk bertemu bupati, namun saat ini, Achmad Husein (Bupati Banyumas) tidak ada di lokasi. 
Akirnya masa diterima oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan kapupaten Banyumas, Didi Rudianto di depan kantor Bupati Banyumas.

 
DENIS PRIWANDA|Foto-Foto: Ciber