Jakarta – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengimbau masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial. Menurut Asrorun, media sosial seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk mempererat tali silaturahim dan menguatkan persaudaraan.


Momen perayaan Idul Fitri, kata Asrorun, seharusnya jadi saat tepat dalam menguatkan tali silaturahmi. Menurut Asrorun, hakikat silaturahmi adalah kemampuan diri menundukkan ego dengan menyambung persaudaraan terhadap orang yang memutusnya.

“Ini butuh jiwa lapang dada. Silaturahmi di Idul Fitri harus menjadi etos untuk mewujudkan persaudaraan dan persatuan nasional sebagai modal dasar pembangunan bangsa,” ujar Asrorun dalam keterangan resminya, Ahad, 25 Juni 2017.

Dalam menjunjung tinggi nilai persatuan, Asrorun mengatakan semangat tersebut harus dibingkai dengan komitmen Ketuhanan Yang Maha Esa. Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, Asrorun menilai media sosial seharusnya bisa memudahkan siapa pun menjaga silaturahim.
Asrorun menyayangkan penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab. Saat ini, kata dia, banyak pengguna media sosial justru saling mencaci, merisak, fitnah, dan menebar hoax serta permusuhan. Padahal, kata Asrorun, kesalahan penggunaan media sosial semacam itu bisa menghanguskan pahala puasa selama Ramadan.

“Untuk itu, pastikan media sosial untuk kemaslahatan dan kebaikan, dalam rangka merajut persaudaraan, bukan untuk menebar gosip, fitnah, dan adu domba,” ujar Asrorun.

Asrorun mengajak masyarakat untuk mengkonfirmasi ulang setiap kali menerima informasi yang belum jelas. Demikian juga dalam menyebarkan informasi, Asrorun mengingatkan agar setiap apa yang disampaikan itu benar, bermanfaat, dan tepat.

“Yang tak kalah penting, pastikan bahwa info yang akan kita sebar tidak menyakiti orang lain,” kata Asrorun.

TEMPO.CO