batas.id~Tangerang – Pakde Katman tahun ’80an, di kampung halamannya Wonogiri-Jawa Tengah, bermula dari keinginan  seperti orang-orang yang pulang dari Jakarta dengan pakaian yang necis, wangi dan duit yang halus, Pakde Katman memberanikan diri untuk merantau dan mengadu nasib ke Jakarta.

Tepatnya tahun 1985 Pakde Man (sapaan akrab pak Katman) menginjakakan kakinya di Jakarta, di bilangan Menteng Jakarta Pusat dan bekerja apa saja pada waktu itu, hingga suatau ketika pakde Man bekerja di sebuah tempat foto copy, pakde Man bekerja dengan tekun, ia selalu tepat waktu, ulet dan jujur, menghargai pekerjaannya karena tujuannya ke Jakarta untuk bekerja dan mendapatkan uang.”pokoe kerja saja gak neko neko dapat duit sudah” ceritanya.

Karena ketekunan dan kegigihannya pakde Man bertahan bekerja dan belajar di tempat kerjanya hingga tahun 2010. Pada tahun ini pakde Man memiliki keyakinan akan kemampuan dan ilmu pengelolaan bisnis foto copy, sigkat cerita iapun membuka usaha sendiri di bidang foto copy (copy centre)di bilangan Bintaro dan Tangerang. Seiring berjalannya waktu pakde Man menemukan jalan kesuksesan bisnis yang dirintisnya, keberuntungan dan materi ia dapatkan melalui  bisnisnya, dulu mengontrak sekarang sudah miliki beberapa tempat usaha, rumah, tanah dan beberapa mobil .

Baca Juga  Akibat Serangan Hama Wereng dan Jamur, Pengendalian Masal Dilakukan Petani

Pakde Man memiliki hobi  otomotif, khususnya sepeda motor, kesuksesan dalam bisnis dan kecukupan  secara financial pakde Man dengan mudah menyalurkan hobinya, kesukaanya pada sepeda motor membuatnya mengkoleksi sepeda motor dengan membeli motor jika ada orang menjual motor dalam kondisi baik dan pajak hidup. Berawal dari hobi pakde Man kini sudah mengkoleksi ratusan sepeda motor berbagai merek  dan tipe dari tahun 1994-2015, ada yang unik di antara koleksi pakde Man, Honda GL100 th 1994, motor yang satu ini juga masih dalam kondisi terawat dengan baik.

Kolesi motor pakde man/ foto:nrp-batas.id

Di beberapa ruang penyimpanan koleksi motornya, ada jejeran motor yang menarik perhatian, beberapa motor berjenis RX King terjajar rapi, jumlahnya banyak tepatnya tidak di hitung, pakde Man saja lupa, semuanya rapi, orisinil dan pajak hidup. Jenis motor besutan Honda yang sudah berusia lansia (ukuran usia motor) juga nampak berjajar di ruang penyimpanan lainnya, Honda jenis Gl pro sampai Jenis Tiger juga  banyak, motor besutan Yamaha jenis Scorpio bejibun Jumlahnya.
Sosok bersahaja dan sederhana ini adalah seorang pekerja keras, kesuksesan di raihnya dengan usaha, ketekunan dan kerja keras. Walaupun secara bisnis Pakde Man sukses dan berlimpah materi tidak merubah pola hidupnya yang sederhana, santun dan mudah bergaul dengan siapa saja, dengan keberhasialan mebangun bisnis  ia semakin rendah hati, saat di temui di kediamannya (4/12/2016) pakde Man memceritakan kisahnya dengan santai dan santun kepada kami, dan  sesekali bercanda dengan dua cucu kesanyangannya.

Baca Juga  Pabrik Petasan Meledak , Puluhan Karyawan Meninggal Terbakar

Menginggt kembali masa lalu, Suami ibu Sari  Hartanti ini mengungkapkan keherananya  kepada orang yang kerja di Jakarta (dulu) ” dulu itu kalo lihat orang pulang dari Jakarta itu pakaiannya klimis, wangi, kalo mandi bau sabunya tercium sekampung” ungkapnya dan diiyakan oleh ibu Sari. Walau bukan seorang yang berpendidikan tinggi pakde Man sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya, ia ingin anaknya semua sekolah tinggi dan menyekolahkan anaknya hingga S2,”anak saya yang gede juga sudah lus s2 UI, kalo yang kecil di malang Unibra (Univeraitas Brawijaya) sudah mau skripsi, bendino seminar terus” terangnya.(nrp-batas.id)