• Lima tahun ke depan pangsa pasar IoT di Indonesia diperkirakan mencapai Rp444 triliun.
  • Untuk itu, dibutuhkan kejelasan regulasi, terutama terkait alokasi frekuensi yang digunakan.

 

BATASTECHNO~Jakarta- Pangsa pasar Internet of Things (IoT) di Tanah Air diperkirakan bakal berkembang pesat dan mencapai nilai Rp444 triliun pada 2022 mendatang. Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp192,1 triliun, disusul platform Rp156,8 triliun, perangkat IoT Rp56 triliun, serta network dan gateway Rp39,1 triliun.

 

Pada saat yang sama, berdasarkan data dari Indonesia IoT Forum, kemungkinan akan ada sekitar 400 juta perangkat sensor yang terpasang, 16% di antaranya terdapat pada industri manufaktur; 15% kesehatan; 11% asuransi; 10% perbankan dan sekuritas; ritel, gosir, perbaikan komputer masing-masing 8%.

Baca Juga  Mencari Solusi Pendanaan Petani | TechnoBusiness ID

Lalu, 7% pemerintahan; 6% transportasi; 5% utilities; real estate and business services and agriculture masing-masing 4%; sisanya 3% untuk perumahan dan lain sebagainya.

 

“Kami menanti aturan tersebut keluar terlebih dahulu sebagai landasan bagi para pelaku industri.”

TEGUH PRASETYA, Founder Indonesia IoT Forum

 

Saking besarnya pangsa pasar, pemerintah semestinya segera membuat aturan yang jelas. “Kami menanti aturan tersebut keluar terlebih dahulu sebagai landasan bagi para pelaku industri, baik lokal maupun global, untuk meningkatkan penetrasi IoT di Indonesia. Pasarnya saat ini sudah ada dan terus tumbuh secara organik,” ujar Teguh Prasetya, Founder Indonesia IoT Forum, di Jakarta, Rabu (30/8).

 

Baca Juga  Sampah Warga Depok Meningkat 150 Ton Per Hari Selama Lebaran

Saat ini, industri IoT di Indonesia terus berkembang tanpa harus menunggu kehadiran teknologi 5G. Menurut Teguh, para pelaku bisnis IoT memanfaatkan frekuensi ISM Band (unlicensed) dengan teknologi LPWAN maupun WiFi tanpa harus izin dari regulator.

Padahal, sudah semestinya terdaftar. “Itu merupakan salah satu sarana memetakan perkembangan aplikasi IoT di Indonesia, melihat aplikasi untuk solusi apa yang sudah berkembang dan berpotensi dikembangkan di kemudian hari,” ungkapnya.

 

 

 

 

 BATAS.ID- TechnoBusiness ID | Foto-Foto: Istimewa