• Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa industri e-commerce di Tanah Air dalam satu dekade terakhir tumbuh 17%.
  • Peralihan ke ranah digital akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga US$150 miliar pada 2025.

 

BATAS.ID~JAKARTA – Tak diragukan lagi e-commerce bakal menjadi industri tumpuan masa depan yang tak bisa diabaikan. Seiring penetrasi internet di Tanah Air yang terus meningkat—yang menurut Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) pada 2016 sudah mencapai 132,7 juta dari 256,2 juta penduduk—jumlah usaha yang terlibat dalam industri e-commerce pun turut melonjak.

 

Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2016 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), industri e-commerce di Indonesia telah tumbuh 17% selama 10 tahun sejak 2006. Pertumbuhan sebesar itu telah melibatkan 26,2 juta usaha dan pada 2020, Bloomberg memperkirakan, lebih dari separuh penduduk Indonesia akan mengembangkan usaha di ranah digital.

Data BPS dan Bloomberg itu kemudian diperkuat oleh McKinsey dalam laporannya bertajuk “Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity” yang menyebutkan bahwa peralihan ke ranah digital akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga US$150 miliar pada 2025. Jika prediksi itu terwujud, Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan e-commerce terpesat di dunia.

Baca Juga  Mengintip Gudang Lazada Indonesia di Jakarta Timur

 

Peralihan ke ranah digital akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga US$150 miliar pada 2025.

 

Karena itu, Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (IDEA) Aulia E. Marinto, mengatakan keyakinannya e-commerce di Indonesia akan terus bertumbuh. “Prediksi dari berbagai institusi, baik dari dalam maupun luar negeri, mengonfirmasikan keyakinan kami ini. Dari tahun ke tahun kami melihat semakin banyak pelaku usaha, baik perusahaan besar maupun ritel, beralih atau mengembangkan usaha ke arah digital,” katanya.**

NRP-BATAS.ID—Intan Wulandari, TechnoBusiness Indonesia Foto-Foto: Istimewa