Pasar TV Online Bakal Bernilai US$129 Miliar

London, TechnoBusiness Insight · Episode-episode televisi dan film online global diperkirakan bakal meraup pendapatan hingga US$129 miliar pada 2023. Jika tercapai, pendapatan itu berarti meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding US$53 miliar pada 2017.

Berdasarkan laporan “Global OTT TV & Video Forecasts” terbaru yang dirilis firma riset Report Buyer belum lama ini, lima besar pemain akan menguasai 69% pendapatan global industri tersebut pada 2023.

Baca Juga: Mengapa Pendapatan Acer 2018 Seret?

Proporsi lima besar itu lebih kecil dibanding pada 2017 yang mencapai 73%. Pendapatan Over the Top (OTT) melebihi US$1 miliar diperkirakan dibukukan oleh 17 negara pada 2023, naik dari 10 negara pada 2017.

Pendapatan Over the Top (OTT) televisi melebihi US$1 miliar diperkirakan dibukukan oleh 17 negara pada 2023.

China akan menyumbangkan kenaikan angka pendapatan industri media streaming yang signifikan selama periode perkiraan, yakni dari US$17 miliar menjadi US$26 miliar.

Angka itu akan mengubah porsi pendapatan OTT China di tingkat global dari 16% menjadi 20%. Pada saat pasar OTT China dan dunia mengalami pertumbuhan, tidak ada jaminan itu juga berlaku bagi Amerika Serikat.

Baca Juga: Tingkat Kepercayaan CEO-CEO Global Menurun

“Tidak ada hadiah yang menebak bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi wilayah yang dominan,” kata Simon Murray, principal analyst at digital TV research di Report Buyers.

Memang, lanjut Murray, pendapatan OTT Negeri Paman Sam pada 2023 akan naik dua kali lipat dibanding 2017, dari US$25 miliar menjadi US$48 miliar.

Namun, Report Buyer memperkirakan, bisa jadi porsi pendapatan global dari negara tersebut turun dari 43% menjadi 37%. Sayangnya, tidak dijelaskan alasan penurunan tersebut.·

Teks:TechnoBusiness Insight

Data:Report Buyer

Grafis:TechnoBusiness ID

 

Artikel Asli