batas.id~NGAWI-Pecinta silat gelar latihan bersama di Alun-alun Merdeka Ngawi, pada Minggu (5/3/2017). Puluhan organisasi silat yang tergabung menjadi satu yaitu Pasukan Perdamaian Pencak Silat Indonesia (PPPSI), hari ini melakukan silaturahmi/kopi darat di Alun-alun Merdeka Ngawi.

Setelah mendapat ijin resmi dari Polsek Kota Ngawi, hari ini para pendekar silat menggelar latihan bersama, serta menampilkan jurus tunggal IPSI, koreografi, Trio PPPSI, yang menampilkan jurus-jurus seni silat yang notabenya beda Organisasi.

Jika dulu sering terdengar, bahkan diberitakan di media-media perkelahian antar organisasi di Ngawi, kini mampu menunjukan kedewasaanya, terbukti hari ini ada puluhan organisasi silat diantaranya PSHT (terate), Tapak Suci, Hastakari Pusat Ngawi, PPS Gubug Remaja, IKS PI, Cemapaka Putih, Bunga Islam, PSHW Tunas Muda, ki Ageng Pandan Alas.

Kegiatan berlangsung meriah serta penuh kesan, dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri padepokan PPS Gubug Remaja, didampingi langsung oleh Ibu Suyanti yang merupakan salah satu keturunan dari pendiri PPS Gubug Remaja.

Baca Juga  Film G-30 S/PKI Tayang Serentak di Jakarta

Ibu Suyanti menyambut baik kedatangan para pesilat yang berbeda-beda seragam, setelah beramah tamah, ibu Suyanti mengajak para pesilat ini masuk ke dalam makam R. Agung, R. Koeshartoyo dan makam sesepuh lainya.

Salah seorang anggota pencak Silat dari PSHT Ngawi yang akrab dipanggil kang Tri, ia sangat senang sekali akhirnya Ngawi bisa menyusul kota-kota lain untuk mendeklarasikan perdamaian antar pencak silat.

Ia pernah mengalami susah senang ketika awal-awal merintis PPPSI, ia rela datang sendirian dari Ngawi ke Ponorogo untuk kopi darat dan mencari wawasan tentang perbedaan organisasi silat. Ketika itu, ditengah jalan ia di tilang Satlantas karena belum punya SIM, namun usaha dan perjuangannya sejak bergabung dengan PPPSI, akhirnya Ngawi pun bisa bersatu walaupun belum sepenuhnya.

Baca Juga  Pemblokiran Medsos Dinilai Tepat Cegah Radikalisme

“Besar harapan kami, suatu saat nanti tidak ada lagi perselisihan yang disebabkan karena perbedaan antar pesilat,” pungkasnya. (sis)