BATAS.ID~Jakarta-Beberapa waktu lalu Kapolri Jendral  Tito Karnavian menyatakan bahwa, berita yang beredar di masyarakat dan di media sosial mengenai penculikan anak  di beberapa daerah adalah Hoax.

Seperti di lansir Viva.co.id, Ia memastikan hal ini setelah berkomunikasi dengan Kapolda di beberapa daerah.
“Saya cek ke Manado, cek juga ke Polda Metro Jaya, karena ini berkembang di Jakarta. Itu kita cek ternyata hoax,” kata Tito di Gedung MUI, Jakarta, Selasa 21 Maret 2017.
Sebelumnya, dikabarkan ada aksi penculikan anak yang disertai tindak kejahatan dengan mengambil organ tubuh untuk dijual. Isu ini menjadi ramai yang salah satunya jadi viral di media sosial.

Baca Juga  27 Tahun Mengais Rejeki Di Malioboro

Namun pada Kamis, 23 Maret 2017 TEMPO.CO melanagsir upaya penculikan anak murid sekolah dasar di Yogyakarta, berikut beritanya :
Usai upaya penculikan, terhadap seorang pelajar kelas 3SD, di sebuah SD di kota yogyakarta beberapa waktu lalu yang membuat warga resah, kali ini upaya penculikan menimpa seorang siswa kelas 1 dari salah satu sekolah dasar di kecamatan Sentolo, Kulonprogo.
N-J terus memeluk ibunya, sesekali mau menjawab pertanyaan dengan singkat, selebihnya mendekap ibunya dan bermain handphone untuk mengalihkan perhatian.
Kejadian berawal ketika pulang sekolah, saat korban jalan kaki karena sang ibunda terlambat tiba di sekolah, tiba-tiba sebuah mobil xenia warna hitam berhenti mendadak, seorang pria menggunakan cadar menawarkan permen coklat batang dan mengajak untuk naik ke mobil.
Melihat tangan pelaku bercadar memiliki tato di punggung tangan kiri dan seorang bocah meronta-ronta tak dapat bersuara karena mulut dilakban, N-J langsung kabur menyelamatkan diri dan bersembunyi di bawah tumpukan kayu tak jauh dari lapangan di lokasi tersebut.
Diduga t ada orang lain mendekat, dua pelaku penculikan ini langsung kabur, kejadian tersebut terjadi pada hari selasa lalu, namun N-J baru menceritakan ke orang tuanya rabu kemarin, Sementara itu, polisi baru tiba ke rumah korban setelah mendapatkan laporan dari orang tua bocah tersebut.
Adanya laporan upaya penculikan, Polsek Sentolo bergerak cepat, pihak kepolisian telah meminta keterangan langsung dari Nā€“J, Polisi juga masih menelusuri apakah anak kecil yang ada di dalam mobil merupakan korban penculikan.
Sejak kasus dugaan penculikan baru terjadi di Kulonprogo, polsek Sentolo yang menangani kasus tersebut menurunkan anggotanya untuk berjaga di setiap sekolah, terutama di sekolah dasar saat pulang sekolah. Pihak dinas pendidikan dan sekolah juga telah diinformasikan agar tak melepas siswanya hingga orang tua murid datang menjemput.

Baca Juga  Ratusan pejabat Pemprov Kalteng dilantik dini hari

NRP-Sumber: viva.co.id, Tempo.co