BATAS.ID~Banyumas-Aksi damai masyarakat menolak proyek PLTPB Baturaden berujung ricuh, saat masa mengadakan panggung budaya Senin malam 09/10017.

Ketegangan terjadi di depan kantor Bupati Banyumas sekitar 22.05 WIB antara petugas kepolisian Polres Banyumas di bantu satpol PP dengan pengunjukrasa.

Pembubaran paksa dilakukan dengan cara merobohkan tenda tenda yang didirikan oleh masa save slamet. Poisi secra represif memburkan masa dengan memukuli dan menangkap pengunjukrasa, bahkan awak mediapun tidak liput dari tindakan kekerasan oknum petugas keamanan ini.

Pendemo yang terluka, terkena pukulan oknum aparat kepolisian

 Agus, serang jurnalis menuturkan peristiwa kekerasan terjadi saat dia bersama tiga wartawan lain meliput pembubaran paksa aksi demo yang dilakukan sekelompok mahasiswa terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturraden. “Saat itu, ratusan petugas polisi langsung menyerbu lokasi demo dan membongkar tenda-tenda yang didirikan pengunjuk rasa. Wartawan yang melihat kejadian ini berusaha mengabadikan dengan kameranya. Namun tindakan wartawan-wartawan ini langsung dihadang dengan tindakan kekerasan,” jelasnya.

Baca Juga  Masyarakat Demo Tolak PLTPB Baturaden 

Selain dia, Dian Aprilia (fotografer Suara Merdeka) dan Darbe Tyas (wartawan Metro TV) yang berada di paling dekat dengan lokasi, langsung didatangi puluhan petugas dan petugas meminta paksa kepada wartawan untuk menghapus file saat peristiwa itu terjadi.

“Saat itu, saya bersama wartawan Satelit Pos Aulia El Hakim, wartawan Radar Banyumas Maulidin Wahyu dan fotografer Suara Merdeka Dian Aprilia. Pada kami, puluhan aparat memaksa semua foto-foto dihapus dan kalau tidak HP akan dibanting,” ungkap Agus.
Sementara Darbe Tyas yang saat itu berada di lokasi agak jauh, juga didatangi puluhan petugas. Agus melihat Darbe sempat diarak puluhan petugas ke halaman Setda, kemudian dipukuli petugas di lokasi tersebut hingga terjatuh. Bukan itu saja, petugas juga sempat menginjak-injak tubuhnya. “Saat itu, Darbe sudah berteriak dia wartawan sambil menunjukkan id cardnya. Tapi petugas tidak peduli,” katanya.

Baca Juga  ​Syukuran Cuci Benda Pusaka Kasepuhan Gentawangi

Petugas baru meninggalkan korbannya, setelah Darbe tidak berdaya dan menghapus seluruh rekaman gambar dalam kameranya. “Yang menolong Darbe, kami sesama wartawan. Petugas yang menganiayanya, meninggalkan Darbe begitu saja,” kata Agus.

Tindakan oknum yang melukai awak media yang sedang meliput sangat disesalkan karena Darbe sudah kelihangan kaca matanya dan ID-cardnya pun hilang.Saat Darbe terkapar petugas meninggalkannya tapi beruntung ada teman dari wartawan lain yang langsung membawa Darbe ke RS.Wijaya Kusuma, melihat lukanya yang cukup parah akibat di injak injak oleh petugas.

Pengujukrasa merasakan hal yang sama dengan Darbe bahkan mahasiswa dan sejumlah aliansi Save Slamet di suruh buka baju lalu di gelandang ke polres Banyumas.

Baca Juga  ​Jamur Tiram Margasana Hidupkan Ekonomi Rakyat

DENIS PRIWANDA