Batas.id~JAKARTA-Pemandangan agak berbeda di jalanan Ibu Kota pagi ini (16/12/16), biasanya banyak pengemudi ojeg online menghiasi jalanan Jakarta, namun pagi ini terlihat tidak seramai biasanya.

Menurut salah satu pengemudi Grabbike, Gandi (bukan nama sebenarnya), pengemudi grab melakukan aksi mogok menarik penumpang (no biding).

“Aksi No Biding yang di lakukan oleh driver Grabbike Se-Jabodetabek merupakan aksi damai,” tutur Gandi.

Gandi yang tinggal di Cengkareng, hari ini tidak mencari penumpang melainkan mogok narik, karena sudah mengetahui informasi dari komunitasnya.

Inilah tuntutan para pengemudi grabbike, Berdasarkan hasil Rapat Garda Blok M selasa, 13 Desember 2016 @Shelter/Ress Area Pangpol yang hasilnya adalah sebagai berikut :

Baca Juga  Kesal Menteri Muhadjir Soal Jual Beli Kursi di Sekolah Favorit

1) Aktualisasi Legalitas Kemitraan

2) Penyesuaian tarif Rp. 2.500,- < 8km

3) Updating Google Map Realtime

4) Transparansi Distribusi keuangan, dengan langsung masuk ke topup/Rekening

5) Moratorium Penerimaan Driver Baru

6) Revisi Kode Etik

7) Amnesti user Fake Gps dan toleransi 3x

8) Hotline 24 jam u/lakalantas

9) Grab lebih berperan aktif didaerah rawan konflik.

*sumber Gandi (bukan nama sebenarnya-pengemudi Grabbike)

Batas waktu tuntutan 1×24 jam dimulai dari hari Selasa 13 Desember 2016 jam 12:00 s/d hari Rabu 14 Desember 2016 jam 12:00. Apabila point-point tuntutan diatas tidak ditanggapi, maka akan ada aksi No Biding pada hari Jumat 16 Desember 2016, mulai jam 00:00 s/d 23.59 Wib.

Baca Juga  Bus Restu terguling, satu meninggal

Hasil musyawarah kesepakatan komunitas Grabbike Se-Jabodetabek ini berupa tuntutan yang sudah di sampaikan ke kantor pusat Grabbike yang berlokasi di Benhil Jakarta Pusat.

Beberapa driver yang masih beroperasi dikarenakan tidak mengetahui informasi dari komunitas Grabbike dan driver tersebut tidak tergabung pada komunitas yang ada di wilayahnya. (Denis Priwanda-batas.id)