Pengiriman Ponsel ke Timur Tengah Terendah Sejak 2013

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pengiriman ponsel pintar ke Timur Tengah melambat.

Dubai, TechnoBusiness ● Pengiriman ponsel pintar (smartphone) ke negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) atau Timur Tengah pada 2018 tercatat sebanyak 23,6 juta unit, turun 9,4% dibanding tahun sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan puncak pengiriman pada 2015 yang kala itu berjumlah 33,9 juta unit, berdasarkan penelusuran firma riset International Data Corporations (IDC), pengiriman tahun lalu anjlok hingga 30%.

Baca Juga: Kini, Ada 310 “Startup” yang Masuk Kategori “Unicorn”

Pada kuartal terakhir 2018, pengiriman ponsel ke negara-negara Arab itu hanya berjumlah 5,8 juta unit, turun 2,2% dibanding kuartal sebelumnya. Pengiriman ke Arab Saudi, pasar yang mencakup 54% di kawasan tersebut, pun turun 2,3% secara kuartal ke kuartal atau 8,2% secara tahunan.

Analis riset IDC Kafil Merchant mengungkapkan bahwa pasar ponsel pintar di kawasan Teluk sedang mengalami tantangan besar. “Pengirimannya menyusut secara signifikan pada 2018,” kata Kafil dalam pernyataan resminya di Dubai, Rabu (20/2).

Penurunan itu disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor itu, jelas Kafil, antara lain karena ketidakpastian ekonomi, kurangnya inovasi di perangkat baru, kenaikan harga secara terus-menerus, dan adanya perpanjangan siklus pembaruan perangkat oleh konsumen.

Baca Juga: Begini Filosofi Logo Baru Vivo

“Karena penetrasi ponsel pintar di wilayah ini sudah sangat tinggi, konsumen mempertanyakan apakah perlu memperbarui perangkat mereka?” kata Kafil. “Mereka menyimpulkan tidak ada alasan untuk membeli ponsel pintar terbaru di pasaran.”

Pasar-pasar di luar Arab Saudi juga berprinsip sama. Alhasil, pengiriman ponsel pintar kuartalan ke Uni Emirat Arab turun 2,4%; Oman turun 5,4%; dan Kuwait turun 8,6%. Walau begitu, tidak semua negara di Timur Tengah mencatatkan penurunan.

Nabila Popal, seorang manajer riset senior di IDC, menyebutkan Bahrain dan Qatar sedang menikmati pertumbuhan kuartalan masing-masing 2,1% dan 7,6%. Huawei dan sub-mereknya, Honor, memperoleh berkah pertumbuhan itu, sedangkan vendor utama Samsung dan Apple justru minus.

Baca Juga: Mengenal Istilah dan Asal Usul “Unicorn” dalam “Startup”

Memang Huawei belum menduduki posisi teratas, tapi berhasil mencuri pertumbuhan 8% dari tahun ke tahun. Bandingkan dengan duo raksasa Samsung dan Apple yang susah payah mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan penguasaan 32,3% dan 23,7%.

Pangsa pasar Samsung yang sebesar itu sudah mengalami penurunan 4% selama periode yang sama. “Huawei tumbuh pada saat merek-merek terkemuka turun memang harus dipuji,” ungkap Popal. “Ada kecenderung untuk mengaitkan pertumbuhan itu dengan fitur, harga murah, dan pemasaran yang hebat.”

Tapi, lanjut Popal, sebetulnya keberhasilan Huawei juga didorong oleh penyediaan saluran-saluran distribusi khusus yang melibatkan mitra-mitra dagang setempat. Saluran distribusi khusus itulah yang, “Mempercepat bagian-bagian yang bergerak melambat.”●

—Rashid Mohammad, TechnoBusiness ● Foto: Freepik

 

Artikel Asli