image by google

batas.id~JAKARTA-Buku yang di sinyalir berisi fitnah dan penebar kebencian menjadi perbincangan masyarakat pada akhir 2016 dan awal tahun2017 ini, buku yang di tulis seorang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) bernama Bambang Tri Mulyono akhirnya menuai kontroversi, buku berjudul ‘Jokowi Undercover’ yang menceritakan seseorang bernama Joko Widodo.

Bambang kini sudah menjadi tersangka, karena buku tersebut berisi fitnah dan kebencian, akhirnya penulis buku ini meringkuk di tahanan Polisi, di Rutan Polda Metro Jaya dengan jeratan pasal 45a Juncto pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 4 Juncto pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penghinaan Terhadap Penguasa atau badan umum di Indonesia didepan umum.

Baca Juga  Hari Ini, Kabupaten Wonogiri Gelar Pilkades Serentak

Dikutip dari laman liputan6.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Rikwanto mengungkapkan, buku Jokowi Undercover hanya berisi sangkaan dari Bambang Tri saja.
“Pelaku tidak memiliki dokumen pendukung sama sekali terkait pemalsuan data Bapak Jokowi saat pengajuan sebagai capres di KPU Pusat”.

Bambang Tri menyebarkan kebencian pada keturunan PKI yang tidak tahu menahu tentang peristiwa G.30.S/PKI Madiun 1948 dan 1965.
Bambang Tri Mulyono ditangkap pada 30 Desember 2016 atas laporan Michael Bimo Putranto, penangkapan terjadi sepekan setelah bedah buku ‘Jokowi Undercover’ di komplek Taman Bambu Runcing Desa Tamanagung, Muntilan, Magelang, Jawa tengah. (nrp/ liputan6.com)