Salah satu rumah penduduk yang rusak dan miring akibat pergerakan tanah di Kismantoro/foto:rudianto ©batas.id

BATAS.ID~Wonogiri-Akibat curah hujan yang mengguyur wilayah Wonogiri secara terus menerus sejak beberapa waktu terakhir, telah mengakibatkan beberapa lokasi terjadi tanah longsor, bahkan terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan rumah penduduk rusak berat.

Setelah kemarin (Kamis, 1/2/2018-red) pergerakan tanah terjadi di dusun Galih Desa Sumber Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri, pada tanggal 3 Pebruari 2018 juga terjadi pergerakan tanah di Dusun Joho RT. 03 RW. 07 Desa Gedawung Kecamatan Kismantoro Kabupaten Wonogiri.

Akibat pergerakan tanah tersebut, 7 rumah penduduk mengalami kerusakan berupa retakan, sedangkan 2 rumah terpaksa dibongkar mengingat kondisi sudah miring.

Camat Kismantoro bersama forkompincam mengumpulkan warga untuk diberi arahan dalam upaya penanganan dan antisipasi dampak pergerakan tanah/foto:rudianto ©batas.id

Selain itu, pergerakan tanah juga menyebabkan sebanyak 210 jiwa dari sekitar 50 KK terdampak ataupun terancam.

Baca Juga  Proses Evakuasi Rumah Roboh Akibat Longsor Di Wonogiri

Menurut informasi dari warga setempat, awal pergerakan tanah telah terjadi sejak tanggal 28 Januari 2018 akibat hujan secara berkelanjutan, kemudian kondisi tanah dilokasi mengalami penurunan atau amblas sekitar 75 cm dengan panjang rekahan sekitar 500 m, sedangkan lebar rekahan rata-rata 15 cm.

Upaya penanganan yang telah dilakukan pemerintah Kecamatan Kismantoro bersama forkompincam, yakni koordinasi dengan semua pihak dan stakeholder terkait, mengupayakan evakuasi warga terdampak, mengadakan langkah penutupan rekahan untuk mengurangi percepatan pergerakan tanah serta distribusi logistik ke lokasi bagi korban terdampak.