Petani membajak sawah dengan traktor/foto : denis p ©batas.id

batas.id~BANYUMAS-Adisara adalah sebuah  desa yang berlokasi di Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan mayoritas penduduknya adalah petani penggarap sawah sebagai lahan bertani mereka.

Meskipun masa panen sudah usai tapi petani masih disibukan dengan sistem olah tanah, penggarapan tanah yang dilakukan oleh masyarakat sekitar cukup memakan waktu, karena pengolahan tanah sebagian masih dilalukan secara manual dengan menggunakan cangkul.

Dalam kurun waktu satu tahun, di desa Adisara, petani hanya mampu menghasilkan 2 kali panen padi, hal ini disebabkan karena wilayah tersebut masih bergantung pada musim penghujan, jika memasuki musim kemarau, masyarakat Adisara memanfaatkan lahan persawahan untuk bertani palawija, karena dimusim kemarau pasokan air tidak mencukupi, meski upaya sudah dilakukan oleh petugas pengairan (Dharma Tirta) setempat, namun karena sumber air yang cukup jauh menjadikan pasokan air tidak merata dilokasi persawahan Desa Adisara, hal tersebut sangat mempengaruhi hasil pertanian di wilayah tersebut.

Tarsono (38) warga asli Adisara adalah petani penggarap sawah, untuk musim ini ia mengolah lahan dengan mesin traktor, petani yang lain masih banyak yang mengolah lahan dengan cara manual (mencangkul), “saya menggunakan traktor disawah, banyak yang lain masih menggunakan cangkul,” jelasnya.

Petani membajak sawah dengan traktor/foto : denis p ©batas.id
Petani membajak sawah dengan traktor/foto : denis p ©batas.id

Infrastruktur jalan yang masih memerlukan pembenahan sebagai akses utama petani melakukan pengakutan hasil panen atau menyuplai pupuk ke area persawahan juga dalam kondisi yang rusak, licin dan becek.
Seperti Jl. Gili Terowongan (warga menyebutnya) jalan tersebut, yang menghubungkan tiga desa, Desa Adisara, Desa Kedung Wringin dan Desa Karang Lewas. Jl. Gili Terowongan dengan jarak 2 KM merupakan akses central untuk menghubungkan ke-3 desa tersebut.

Kondisi jalan yang rusak dan becek/foto : denis p ©batas.id
Kondisi jalan yang rusak dan becek/foto : denis p ©batas.id

Saat  ini jalan tersebut sulit di lalui karena kondisi jalanan yang rusak dan licin terlebih pasca hujan, Tarsono dan masyarakat Adisara berharap jalan penghubung yang merupakan akses utama tiga desa ini diperhatikan, agar masyarakat dapat melintas dengan nyaman.

“Saya dan warga disini berharap kepada pemerintah, supaya jalan ini diperhatikan, ini kan jalan utama untuk penghubung dan ke sawah, supaya jalan baik dan nyaman,” harap Tarsono.
Meski infastruktur yang tidak mendukung dan masih bergantung pada musim namun petani Adisara tetap semangat berjuang dan bertani dilahan mereka. (Dns)