Produksi tanaman cabai tidak maksimal akibat curah hujan yang tinggi/foto:reymond s ©batas.id

BATAS.ID~Wonogiri-Sejak sebulan terakhir, secara umum, intensitas hujan di Kabupaten Wonogiri cukup tinggi. Akibatnya, panas sinar matahari sangat kurang, sehingga membuat petani cabai terancam gagal panen. Pasalnya, banyak buah cabai yang busuk karena tingginya kadar air pada buah cabai.

Seperti halnya di Kecamatan Kismantoro, selain curah hujan yang tinggi, cabai busuk disebabkan banyaknya hama, mulai dari jangkrik, ulat, lalat buah, belalang dan sebagainya. Segala upaya penyemprotan pestisida pun sudah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil.

Para petani cabai di Kismantoro terpaksa memanen cabai masih hijau, meski harga rendah namun upaya ini harus dilalukan agar tidak merugi terlalu banyak.

Suasana pasar lelang di bpp kismantoro beberapa waktu yang lalu/foto:reymond s ©batas.id

Pada Jumat, 12/1/2018 (kemarin-red), harga jual cabai merah di pasar lelang BPP Kismantoro mencapai Rp 32.000,-/kg sementara harga cabai hijau Rp 10.000,-/kg.

Baca Juga  Ratusan Rumah Terbakar di Kampung Dao Pademangan Jakarta Utara

Kaseni, salah satu petani cabai, saat ditemui mengaku semenjak hujan kualitas cabai terus menurun.

“Kami terpaksa memetik cabai hijau, lha mau gimana lagi, kalau nunggu merah keburu rontok dan busuk”, katanya.

Saat kami menelusuri ke lokasi pasar lelang di BPP Kismantoro kemarin, memang benar. Sebelum musim penghujan bisa menghasilkan 1 ton cabai, kini hanya menghasilkan 3 kuintal saja, dengan 1,5 kuintal cabai merah dan 1,5 kuintal cabai hijau.

Petani cabai di Kecamatan Kismantoro berharap, pemerintah memperhatikan dan memberi solusi kepada petani khususnya untuk tamanan hortikultura jenis cabai ini. (rey)