Piala (Teknologi) Dunia 2018
Tampilan myKicks, aplikasi game sepakbola buatan Formalytics.

TechnoBusiness View ● Saat kiper tim nasional sepakbola Rusia Igor Akinfeev mampu menepis tendangan dua (Koke dan Iago Aspas) dari lima pemain Spanyol dalam adu penalti babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Rusia, Minggu (1/7), para pecinta game di Perth, Australia, juga tengah membandingkan keterampilan sepakannya dengan kehebatan Leonel Messi, Christiano Ronaldo, Neymar Jr. dari titik penalti secara virtual.

Baca Juga: Perry Effect

Benar, meski timnas Australia kalah dari Peru dalam laga terakhir grup C Piala Dunia 2018, para gamers tetap asyik menguji keterampilan menendang bola ke gawang lawan menggunakan teknologi aplikasi. myKicks, aplikasi itu, dikembangkan oleh Formalytics Holdings Pty. Ltd. berbasis di Perth, menggunakan teknologi artificial intelligence/AI dan augmeted reality/AR.

Formalytics, yang juga punya kantor di Sydney dan London, secara resmi meluncurkan myKicks pada 22 Juni lalu, sekitar satu minggu setelah perhelatan Piala Dunia 2018 dimulai. Sama seperti kompetisi sepakbola dunia yang kali ini digelar di Rusia, MyKicks langsung diserbu pecinta game. Formalytics memang pintar memanfaatkan momen.

Baca Juga  Pasar Layanan 5G Bernilai US$123,27 Miliar pada 2025

Sejak diluncurkan hingga 3 Juli, lebih dari 120.000 hukuman penalti yang dicatatkan di aplikasi, sekaligus mengantarkan myKicks cepat berada di posisi nomor wahid App Store for Sports. Para gamers akan merasakan tendangan nyata karena dikembangkan berdasarkan analisis yang cermat terhadap lebih dari 10.000 penalti profesional. Tendangan-tendangan gamer akan diurutkan berdasarkan kecepatan dan penempatan bolanya.

Yandea, salah satu sponsor lokal Piala Dunia 2018

Formalytics bukan satu-satunya pengembang aplikasi yang meluncurkan game sepakbola akhir-akhir ini. Selama perhelatan akbar Piala Dunia 2018 di Rusia, ada banyak aplikasi game serupa yang ditawarkan ke pasar, baik melalui sistem operasi Android keluaran Google maupun iOS dari Apple. Sedikit di antaranya adalah Pro Evolution Soccer 2018 karya Konami, FIFA Mobile buatan Electronics Arts, Score! Hero dari First Touch, dan Soccer Star 2018 World Cup Legend: Road to Russia! dari Genera Games.

Baca Juga  Langganan LTE/5G di Indonesia Tumbuh Lima Kali Lipat pada 2023

Pesta Piala Dunia 2018 sendiri memang semakin sarat teknologi ketimbang sebelumnya. Video Assistant Referee (AVR), wasit yang mengandalkan teknologi video, yang baru diterapkan  Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) terbukti sangat membantu wasit lapangan dalam menentukan keputusan pelanggaran dan gol atau tidak.

Vivo, salah satu sponsor utama Piala Dunia 2018

Alhasil, selama fase grup saja, seperti dilaporkan Express.co.uk, ada 24 penalti yang harus diberikan akibat pelanggaran, sebagian ditentukan setelah wasit melihat rekaman VAR. Jumlah itu naik dua kali lipat dari Piala Dunia pada 8 dan 4 tahun lalu yang hanya terjadi 13 dan 15 penalti selama 64 pertandingan. Tentu saja, VAR juga menguntungkan tim yang tampak melakukan pelanggaran tapi sebenarnya tidak.

Dalam kacamata lain, lihatlah di antara sponsor-sponsornya, merek teknologi cukup banyak. Jika memasukkan merek otomotif dan penerbangan, dari tujuh partners FIFA, Hyundai dan Qatar Airways ada di dalamnya. Selama Piala Dunia berlangsung, Hisense dan Vivo turut menjadi sponsor utama. Itu belum termasuk sponsor lokal seperti LUCI dan Yadea.

Baca Juga  Yangtze Optics Bangun Pabrik Kabel Serat Optik Baru di Karawang

Oleh sebab itu, TechnoBusiness menyebut Piala Dunia 2018 di Rusia kali ini tidak hanya pertandingan kesebelasan-kesebelasan timnas sepakbola sejagat, tapi juga kompetisi pemain-pemain teknologi. Ini sejalan dengan semakin canggihnya temuan-temuan teknologi terbaru yang semakin memengaruhi kehidupan manusia. Itu pula yang mendorong TechnoBusiness mengusung slogan “No Business without Technology”.●

 

Artikel Asli