Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol RP Argo Yuwono. (ANTARA /Sigid Kurniawan)

Aparat gabungan Polda Metro Jaya, Polres Kota Depok dan Polres Metro Jakarta Timur pada Rabu dini hari membekuk dua tersangka pelaku pertikaian dan pembacokan terhadap ahli telematika Hermansyah.

“Tim gabungan telah berhasil mengamankan dua pelaku kasus penganiayaan di jalan tol dengan korban Hermansyah,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu.

Tersangka pelaku yang ditangkap bernama Edwin Hitupeuw (37) dan Lauren Paliyama (29) menurut polisi.

Edwin yang beralamat di Perum Raden Sukarma, Sawangan, Depok, mengemudi mobil yang bersenggolan dengan mobil korban dan melakukan pemukulan pertama ke korban. Sementara Lauren menikam Hermansyah menggunakan pisau.

Baca Juga  APITU DPD Riau dan Daikin Berikan Alat Praktikum ke SMKN 7 Pekanbaru

“Keduanya bekerja sebagai debt collector,” ujar Argo.

Petugas menangkap para tersangka pelaku pembacokan Hermansyah setelah menyebar sketsa para tersangka ke masyarakat berdasarkan hasil gelar perkara dan menerima informasi bahwa mereka akan tiba di Depok dari Bandung Jawa Barat untuk menyembunyikan kendaraan usai kejadian penganiayaan terhadap Hermansyah.

Polisi menyergap pelaku ketika sedang berkendara di Jalan Dewi Sartika Depok dan membawa kedua tersangka ke Polresta Depok guna memeriksa mereka lebih lanjut.

Hermansyah terlibat pertengkaran berujung pembacokan dengan lima pengemudi lain setelah  kendaraannya bersenggolan dengan kendaraan lain di Tol Jagorawi Jakarta Timur pada Minggu (9/7) sekitar pukul 04.00 WIB.

Ketika itu Hermansyah bersama istrinya mengendarai kendaraan beriringan dengan adiknya setelah makan malam untuk merayakan ulang tahun istrinya.

Baca Juga  Kejurprov JU JITSU 2017 Antar Pelajar dan Mahasiswa Resmi di Buka

Peristiwa itu menjadi perhatian publik lantaran Hermansyah bersedia menjadi saksi ahli telematika untuk membantah tuduhan penyebaran percakapan dan foto berkonten pornografi yang menyeret nama pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab dan seorang wanita bernama Firza Husein.

ANTARA