Sejumlah karangan bunga yang dikirim atas wafatnya mbah umar tumbu/foto : edy s ©batas.id

batas.id~PACITAN-Kabar duka datang dari pondok pesantren Nurrohman Donorojo Pacitan. Salah satu ulama sepuh sekaligus Mustasyar PCNU Pacitan KH. Umar Syahid menghembuskan nafas terakhir, Rabu (4/1/2017) malam, sekitar pukul 22.55 wib, di RSUD Pacitan pada usia 114 tahun.

KH. Umar Syahid yang oleh sebagian masyarakat Pacitan dikenal dengan sebutan Mbah Umar Tumbu memang dipertengahan tahun 2016 sempat mengalami sakit keras. Beberapa kali Mbah Umar harus dirawat dibeberapa rumah sakit di Pacitan dan Yogyakarta pada waktu itu.

Wafatnya Mbah Umar meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga besar Pesantren Nurrohman. Pagi sampai sore hari para pelayat dari berbagai kalangan masih terus berdatangan.

Baca Juga  Istri Pejabat Penampar Petugas Bandara Laporkan Korban ke Polisi
Karangan bunga dari mantan presiden sby yang dikirim atas wafatnya mbah umar tumbu/foto : edy s ©batas.id
Karangan bunga dari mantan presiden sby yang dikirim atas wafatnya mbah umar tumbu/foto : edy s ©batas.id

Kabar meninggalnya Ulama sepuh Pacitan KH. Umar Syahid juga diterima oleh Presiden Indonesia ke enam Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA. Sebagai  ucapan belasungkawa, mantan presiden RI ini mengirimkan karangan bunga sebagai tanda ikut berduka cita atas meninggalnya Mbah Umar Tumbu.

Tidak hanya dari mantan presiden Indonesia SBY, ucapan belasungkawa melalui karangan bunga juga datang dari Anggota Komisi VI DPR RI Sartono Hutomo, S.E., M.M. serta dari berbagai kalangan lainnya.

Almarhum KH. Umar Syahid dimakamkan setelah ba’da sholat dhuhur dimakam keluarga, yang terletak dibelakang Masjid Nurrohman, satu lokasi dengan Pondok Pesantren Nurrohman Jajar Donorojo Pacitan. (edysw)