​BATAS.ID~Wonosobo-Beredar issu akan ada pengepungan situs Budaya Candi borobudur oleh sekelompok masyarakat terkait konflik kemanusian yang di alami oleh etnis muslim Rohinya di distrik Rakhine Myanmar,menimbulkan reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat. 

Terkait hal tersebut sampai saat ini Polri belum menerbitkan STTP Unjuk Rasa  di tempat Ibadah dan Kawasan Wisata, sesuai dengan Undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat dimuka Umum. 
Di Wonosobo komunitas lintas agama menunjukkan simpati dengan menggelar koordinasi kesepakatan menolak aksi demo di situs budaya Candi Borobudur dan menyatakan keprihatinan dengan apa yang terjadi dengan Rohingnya.


Bahkan Biksu Nyana Loka selaku pembina umat Budha di Wonosobo mengecam dan turut Prihatin dengan apa yang terjadi di Myanmar, ia menegaskan bahwa yang terjadi di Myanmar adalah murni politik karena agama Budha bahkan agama manapun pasti mengajarkan cinta kasih. 

Baca Juga  GTN Data Center Raih Dua Sertifikat Standar Internasional Sekaligus

Hal ini juga direspon oleh pihak Polres Wonosobo dan Kodim 0707/Wonosobo. 
Kapolres Wonosobo, AKBP Muhammad Ridwan, mengaku telah mempersiapkan seluruh personil untuk mencegah keterlibatan warga Wonosobo dalam aksi tersebut. “Kami siagakan personil disemua wilayah Wonosobo. Siapapun ormas maupun warga yang hendak kesana dan berniat untuk turut serta dalam aksi, langsung kami suruh pulang,” terang Kapolres usai rapat koordinasi lintas agama yang digelar di ruang transit Sekretariat Daerah Wonosobo, Rabu (6/9/2017).
RULY|Foto-Foto:utrizzabizz