Edi Susanto/batas.ID

Sahabat yang powerful, apa kabar bahagia Anda hari ini?
Masih puasa hari ini? Semoga lancar puasanya dan mendapatkan hikmah dari puasa kita.
Dalam tulisan kali ini saya ingin membahas tentang puasa finansial. Ada 3 jenis puasa finansial yang bisa kita lakukan, yaitu:

  1. Menahan GAYA HIDUP, menyegerakan INVESTASI
  2. Menahan UTANG, menyegerakan TABUNGAN
  3. Menahan GENGSI, menyegerakan PRESTASI
    Bagaimana melakukan ketiga jenis puasa finansial di atas?
    Simak jawabannya berikut ini !
  4. Menahan GAYA HIDUP, menyegerakan INVESTASI
    A. Menahan Gaya Hidup
    Pembaca yang powerful, mari kita tes kecerdasan finansial Anda dengan
    menjawab pertanyaan berikut ini: Apakah saat Anda melihat seseorang:
  5. Mendiami rumah mewah
  6. Mengendarai mobil mahal
  7. Makan di restoran berkelas
  8. Menginap di hotel bintang lima
    Anda menyebut atau menilainya sebagai orang kaya?
    Jika Anda menjawab: “ya”, Anda telah terjebak. IQ Finansial Anda harus terus ditingkatkan. Salah satu caranya adalah dengan memahami buku ini dan mempraktikkan isinya. Mengapa dikatakan bahwa Anda terjebak? Sebab yang Anda nilai kaya itu adalah gaya hidup orang tersebut, bukan kekayaannya. Belum tentu ia kaya, sebab gaya hidup mewahnya tersebut bisa jadi dibiayai oleh perusahaan atau instansi tempat ia bekerja.
    Agar kebingungan Anda segera sirna, berikut ini saya sajikan perbedaan mendasar antara kekayaan dengan gaya hidup.

Kekayaan adalah apa yang menghasilkan uang bagi kita seperti:Properti yang kita sewakan Royalti yang kita terima Simpanan emas kita Surat berharga yang kita miliki: deposito, obligasi, reksadana, saham Cabang/outlet dari bisnis kita. Kekayaan sering tidak tampak (tersembunyi)

Gaya hidup adalah apa yang kita pakai/kenakan seperti:
Rumah yang kita tinggali, Kendaraan yang kita pakai, Pakaian yang kita kenakan, Tempat-tempat yang kita kunjungi, Club-club dimana kita menjadi anggotanya (Gaya hidup mudah untuk dilihat/tampak)

Sudah paham kan? Jangan sampai terjebak lagi ya!
Siapa tidak tergiur memiliki gaya hidup, Anda akan tampak keren, terlihat kaya, dan mendapatkan hujan pujian. Namun gaya hidup memberikan konsekuensi yang sangat tidak enak, diantaranya:
 Biaya hidup Anda menjadi sangat mahal
 Gaji Anda akan ludes tidak peduli sebesar apa pun
 Anda harus terus bekerja keras bahkan sangat keras hanya sekedar untuk mempertahankan gaya hidup. Lalu apa jalan keluarnya agar kita mampu memiliki gaya hidup yang enak namun terlepas dari konsekuensi yang tidak enak seperti di atas?

Solusinya adalah:Tahan GAYA HIDUP sampai Anda mempunyai PASSIVE INCOME

Kekayaan adalah apa yang menghasilkan uang bagi kita seperti: Properti yang kita sewakan, Royalti yang kita terima, Simpanan emas kita, Surat berharga yang kita miliki: deposito, obligasi, reksadana, saham dan Cabang/outlet dari bisnis kita (Kekayaan sering tidak tampak /tersembunyi)

Gaya hidup adalah apa yang kita pakai/kenakan seperti:
Rumah yang kita tinggali, Kendaraan yang kita pakai, Pakaian yang kita kenakan,Tempat-tempat yang kita kunjungi,Club-club dimana kita menjadi anggotanya. (Gaya hidup mudah untuk dilihat /tampak)

Sudah paham kan? Jangan sampai terjebak lagi ya!
Siapa tidak tergiur memiliki gaya hidup, Anda akan tampak keren, terlihat kaya, dan mendapatkan hujan pujian. Namun gaya hidup memberikan konsekuensi yang sangat tidak enak, diantaranya:
 Biaya hidup Anda menjadi sangat mahal
 Gaji Anda akan ludes tidak peduli sebesar apa pun
 Anda harus terus bekerja keras bahkan sangat keras hanya sekedar untuk mempertahankan gaya hidup.

Lalu apa jalan keluarnya agar kita mampu memiliki gaya hidup yang enak namun terlepas dari konsekuensi yang tidak enak seperti di atas?
Solusinya adalah:
Tahan GAYA HIDUP sampai Anda mempunyai PASSIVE INCOME

Bagaimana menciptakan Passive Income?
Lakukan investasi. Kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara berinvestasi yang aman?
Lanjutkan membaca akan segera saya bahas.

B. Menyegerakan Investasi
Kapan mulai berinvestasi? SEKARANG
Mulai dari mana?
Mulailah dengan melakukan 5 langkah sederhana berikut:
a. Pendidikan Finansial:
Asah kemampuan Anda dalam menghasilkan dan membelanjakan uang dengan membaca buku, mengikuti seminar, pelatihan, talkshow yang mengupas tentang bisnis dan keuangan. Salah satunya adalah buku yang sedang Anda baca ini.
b. Lunasi secepatnya utang konsumtif
Jika saat ini, Anda masih terlilit utang konsumtif seperti cicilan rumah, kendaraan, furniture, elektronik atau utang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup segera lunasi dengan mengalokasikan di muka 30% dari pendapatan Anda.
c. Sisihkan di muka 30% dari pendapatan Anda
Setelah utang konsumtif lunas, alokasi yang 30% dari pendapatan dialihgunakan untuk tabungan dan investasi. Kumpulkan dulu sampai mencapai 12 bulan
pengeluaran sebagai dana tabungan Anda. Sisanya bisa Anda gunakan untuk mulai berinvestasi.
d. Buka usaha yang dijalankan orang lain
Dana investasi yang telah berhasil Anda kumpulkan di point c bisa digunakan untuk membuka usaha misalnya dengan membeli franchise yang modalnya di bawah
10 juta.
e. Belanja barang-barang produktif
Alternatif investasi lain adalah dengan membeli barang-barang produktif atau instrument investasi, diantaranya:

  1. Paper Aset : deposito, reksadana, obligasi, saham
  2. Bio Aset : ternak, sawah, kebun
  3. Properti : ruko, rukan, rumah kos, apartemen Logam mulia : emas batang atau koin emas.
    Barang seni : patung, lukisan dan barang antik.
    Demikian bahasan puasa finansial #1 Menahan Gaya Hidup, Menyegerakan Investasi.
    Semoga mennginspirasi Anda. Sampai jumpa pada bahasan puasa finanial #2 Menahan Utang
    Menyegerakan Tabungan.
  4. Salam Powerful,
    Edi Susanto