foto : edi purnomo

Batas.id ~ WONOGIRI-Kesenian ketoprak merupakan seni budaya yang melegenda dan merupakan kesenian tradisional asli Indonesia khususnya di Pulau Jawa, didalam rangka melestarikan atau istilah bahasa Jawa Nguri-uri budaya  seni kethoprak, Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Wonogiri menggelar acara pentas seni kethoprak sekaligus dirangkaikan dengan acara sosialisasi tentang cukai tembakau yang dilaksanakan pada hari Kamis, 06 Oktober 2016 di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah.

foto : edi purnomo
foto : edi purnomo

Selain itu, acara yang di gelar dari pagi sampai malam hari tersebut menampilkan kesenian reog, Kethek Ogleng dan kethoprak dari paguyuban seni Kethoprak Sasono Budoyo, ribuan penonton memadati lapangan Desa setempat untuk melihat pertunjukan tersebut. Kepala Desa Plosorejo, Satino, dalam sambutannya menyampaikan bahwa “budaya seni kethoprak harus di lestarikan agar tidak punah di negeri sendiri,” tegasnya.

Baca Juga  Pekan Potensi Pemuda Kota Surakarta 2017
reog-2
foto : edi purnomo

Sementara itu, pentas seni budaya kethoprak yang mengambil cerita dari adat istiadat setempat dengan lakon Mendhung Peteng Oro-Oro Ombo Ki Ageng Mentho Wijoyo Punden Selo Pusoko.

Pada kesempatan itu pula, Jumadi selaku Pimpinan Paguyuban seni Kethoprak Sasono Budoyo, menyampaikan “ucapan terima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri dan pihak-pihak terkait atas bimbingan serta pelatihannya sehingga pelaksanaan pentas berjalan lancar, serta menghimbau agar paguyuban kethoprak di desa kami diberikan bantuan gamelan atau sarana lain untuk melestarikan,” usulnya.

reog-3
foto : edi purnomo

Sementara itu dalam Sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau kepada masyarakat lewat media pertunjukan rakyat dalam pentas seni ketoprak, diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat dalam melestarikan budaya seni khususnya ketoprak, maupun kesenian lainnya.

Baca Juga  ​Gebyar Budaya Parade Reog Ponorogo

 

Edi Purnomo-batas.id