• Penggunaan kartu debit berbasis cip akan segera dikembangkan oleh penyedia jaringan Prima.
  • Ini awal dari UnionPay International untuk memainkan peran yang lebih besar.

 

BATASTECHNO~Jakarta–PT Rintis Sejahtera, perusahaan penyedia layanan switching dan komunikasi jaringan anjungan tunai mandiri (ATM) Prima berbasis di Jakarta, menjalin kemitraan dengan UnionPay International, jaringan transaksi global yang mengelola 6,3 miliar kartu di 162 negara.

Kedua perusahaan sepakat menerbitkan kartu debit berbasis teknologi cip di Indonesia. Kerja sama itu menjadi awal bagi UnionPay International untuk memainkan peran yang lebih besar dalam membantu Rintis dan industri transaksi di Tanah Air untuk memperbarui infrastruktur pembayaran dan memperkenalkan metode transaksi elektronik terbaru.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pelaku untuk mempercepat proses terwujudnya masyarakat nontunai di kawasan Asia Tenggara. Bagi UnionPay, itu merupakan salah satu tahap perluasan perjanjian lisensi kartu cip yang disetujuinya tahun lalu bersama tujuh lembaga anggota Asian Payment Network, termasuk Rintis.

 

 

Kemitraan strategis Rintis dan UnionPay itu kemudian menghasilkan kartu debit Prima-UnionPay, kartu debit pertama di Indonesia berteknologi cip UnionPay. Seperti diketahui, kartu cip memperkuat prosedur keamanan dalam prosedur pemrosesan transaksi serta mencegah tindak peniruan kartu dan data pengguna. Kartu cip lebih aman ketimbang kartu pita magnetis yang beredar selama ini.

“Komitmen dan semangat tim Rintis untuk kemitraan ini telah berjalan semakin besar, dan kami ingin memulai kerja sama ini dengan beberapa bank anggota pada triwulan I/2018,” ungkap Presiden Direktur Rintis Sejahtera Iwan Setiawan di Jakarta, Selasa (5/12).

Selain itu, Rintis juga berkesempatan memperluas bisnisnya ke…Selengkapnya