Lancur susanto saat memberikan paparan 10 pokok pikiran dprd/foto : gunawan w ©batas.id

batas.id~PACITAN-Pembangunan dan pelebaran jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Pacitan ke Kabupaten Wonogiri yang melalui jalur Nawangan-Jeruk-Purwantoro akan segera diprogramkan.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Pacitan, Lancur Susanto, S.Sos., dalam paparannya diacara Musrenbang Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, hari ini, Senin (6/2/2017) bertempat di Gedung Balai Desa Bandar.

“Perekonomian masyarakat kita semakin tahun semakin membaik, terbukti satu desa ada berapa truk, ada berapa kendaraan roda empat, ada berapa ratus sepeda motor,” paparnya.

“Pemerintah mempunyai kewajiban memberikan kebutuhan dasar yang baik, yaitu, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur,” tambahnya lagi.

“Keadaan yang sangat nyata, saat ini jalan yang menghubungkan ke kabupaten lain masih sangat memprihatinkan,” imbuh Lancur Susanto, anggota DPRD Dapil 3 Kabupaten Pacitan.

“Untuk itu, kami selalu menyuarakan dalam setiap RDP, pelebaran jalan kabupaten di wilayah kecamatan Nawangan dan Bandar agar secepatnya ada program pelebaran,” tegasnya.

Lancur susanto menyerahkan dokumen 10 pokok pikiran dprd kepada camat bandar/foto : gunawan w ©batas.id

Dalam kesempatan tersebut, Lancur Susanto yang duduk di Komisi 4 ini, menyerahkan 10 pokok pemikiran anggota DPRD Dapil 3 bagi Kecamatan Bandar untuk bisa dijadikan pertimbangan dalam menyusun perencanaan di Musrenbang Kecamatan Bandar tahun ini.

Sepuluh pokok pemikiran tersebut ialah (1) pengaspalan jalan diwilayah Bandar dan Nawangan,  (2) penuntasan pembangunan dan pemeliharan jalan yang menghubungkan kabupaten lain, (3) percepatan pembangunan dan pemeliharaan jalan yang menghubungkan antar kecamatan, (4) pelebaran jalan propinsi Arjosari-Purwantoro, (5) program gerakan menanam bersama prioritas tanaman dan buah-buahan di masing-masing desa guna mempercepat kawasan agropolitan, (6) pembangunan tugu batas propinsi dan rest area di desa Jeruk, (7) menambah tenaga medis dokter jaga dan dokter spesialis di masing-masing puskesmas, (8) memberikan program tambahan bagi siswa SMK jurusan pertanian, (9) pemberdayaan seni budaya dan pengelolaan tempat-tempat berpotensi wisata di masing-masing desa, dan (10) upaya pendirian tower komunikasi diwilayah-wilayah yang blank signal. (gw)