batas.id-Solo–​Sekaten, Festival Rakyat tahunan yang selalu diadakan untuk memelihara dan melestarikan budaya dan menyambut hari kelahiran Nabi Muhamad S.A.W. Setiap tahun Sekaten di gelar di Solo dan Yogyakarta.

Sekaten diawali untuk menarik rakyat dalam penyebaran agama Islam, karena menurut Sunan Kalijaga rakyat sangat suka dengan perayaan maka diadakanlah Sekaten ini.
Sekaten sendiri seperti pasar malam yang menjual berbagai macam dagangan. Mulai dari makanan, baju, kerajinan tangan gerabah hingga hewan seperti kelinci atau marmut.

Jajanan unik di festival rakyat Sekaten Solo2016/foto:dina meidiana

Banyak pedagang yang bukan asli Solo yang datang jauh-jauh demi ikut memeriahkan acara Sekaten Solo 2016 ini.
“Kalau kelinci, sama marmut saya ambil dari Malang. Saya sendiri asli Bojonegoro, ke solo ya kalau ada sekaten.” Kata salah satu penjual kelinci di sekaten.

Baca Juga  Galakkan minat baca, Arpusda Surakarta Gelar Pusling

Ada pula Pak Sugiyanto, yang datang dari Kulon Progo demi berjualan oleh-oleh di Sekaten Solo, yang dijual pun khas daerah Solo seperti jenang atau dodol, intip dan berbagai macam keripik.

“Saya dari jaman bapak saya, sekitar tahun 1970 sampai sekarang saya pasti tiap tahun datang ke Solo untuk jualan di Sekaten.” Terang pak Sugiyanto.
Dari didedikasikan untuk menjaga budaya Jawa, sekarang Sekaten juga untuk memenuhi sektor ekonomi dan juga Pariwisata. 

Penjual jajanan di Sekaten,Solo/ foto:dina-batas.id

Sekaten Solo akan berlangsung dari tanggal 5    – 12 Desember 2016. Tahun ini Sekaten Solo di adakan sebagian di alun-alun Utara dan juga Benteng  Vastenburg. 

“Saya kesini mau cari mainan ini. Kan sudah jarang yang jual ya. Buat anak saya buat anak saya biar tahu mainan dari gerabah ini.” Kata Niken, salah satu masyarakat yang datang ke Sekaten.
Jangan khawatir untuk urusan harga barang-barang di Sekaten ini karena diperuntukan bagi rakyat jadi yang pasti harga juga merakyat.(dina-batas.id)