BATAS.ID~Pacitan–Jalur provinsi yang menghubungkan Jawa Tengah-Jawa Timur, antara Kapupaten Wonogiri dan Kabupaten Pacitan  bagian utara melalui Purwantoto-Pakis Baru, yang sepekan lalu terputus akibat longsor di berapa titik, kini sudah bisa dilalui kendaraan roda  empat.

Titik terparah pada jalur ini   adalah jalan Jeruk – Pakisbaru tepatnya di Desa Ngromo, Kecamatan Nawangan.

Warga menggotong Motor melalui longsoran tanah yang menutupi jalan/batas.id

Tebing setinggi kurang lebih 10 meter dan panjang sekitar 15 meter longsor sehingga akses jalan tersebut lumpuh total, bahkan di lokasi ini menelan korban jiwa.

Bencana rupanya semakin memperkuat kerukunan dan gotong royong masyarakat setempat, melihat keadaan ini, tanpa di komando, semua masyarakat desa Ngromo turun tangan untuk membersihkan longsoran jalan dengan alat seadanya.

Baca Juga  Ribuan Aparat Disiagakan Mengawal Demo di Kedubes Myanmar

Berkat kerja bersama puluhan warga desa yang ambil bagian dalam kerja bakti tersebut. Jalan yang menghubungkan dua Kecamatan,  Kecamatan Bandar ( Jeruk ) dan kecamatan Nawangan ( Pakisbaru ) saat ini sudah bisa dilalui meski harus ekstra hati -hati karena jalanan masih menyisakan tanah merah yang licin, apalagi saat turun hujan.

        https://youtu.be/o9tKUN3JUfk
 Jalur provinsi ini merupakan daerah rawan longsor, jalan sepanjang kurang lebih 34 KM yang menghubungkan Wonogiro-Pacitan bagian utara ini adalah pegunungan terjal yang curam, antara Kismantoto (Wonogiri-Jateng), Jeruk, Ngromo hingga Pakis Baru (Pacitan -Jatim), namun Desa Ngromo termasuk daerah yang paling rawan bencana tanah longsor.

Sebelumnya pada 28 November 2017, seluruh Pacitan  mengalami bencana banjir dan tanah longsor secara menyeluruh di berbagai Kecamatan di Kabupaten Pacitan, dan  menelanan 25 korban jiwa baik akibat banjir maupun longsor.

Baca Juga  Bupati Wonogiri menutup paksa pertambangan batu gunung

RUDIANTO